Red Panda Bakal Hadir di KBS, Imbal Balik Breeding Loan Komodo dengan Jepang

Sebagai bagian dari timbal balik atas pengiriman komodo ke Jepang, KBS akan menerima empat spesies satwa. Tiga di antaranya telah diumumkan, yakni red panda, jerapah, dan kura-kura Aldabra, sementara satu spesies lainnya masih dirahasiakan.

02 May 2026 - 09:00
Red Panda Bakal Hadir di KBS, Imbal Balik Breeding Loan Komodo dengan Jepang
Ilustrasi hewan red panda (panda merah) yang akan hadir di KBS (Dok. Freepik)

SURABAYA, SJP — Kebun Binatang Surabaya (KBS) kian memantapkan diri sebagai lokasi wisata di Kota Pahlawan sekaligus lembaga konservasi bertaraf internasional. Setelah menjalin kerja sama peminjaman komodo dengan iZoo Jepang untuk program pengembangbiakan, KBS kini bersiap menerima sejumlah satwa dari Negeri Sakura, salah satunya adalah satwa imut bernama red panda.

Langkah tersebut merupakan babak lanjutan dari kolaborasi konservasi Indonesia–Jepang dengan skema breeding loan, yang tidak hanya berfokus pada pengembangbiakan satwa langka, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan penguatan kualitas pengelolaan kebun binatang.

Skema breeding loan sendri adalah skema peminjaman satwa antar lembaga konservasi untuk tujuan pengembangbiakan terkontrol. Satwa yang dipinjamkan tidak berpindah kepemilikan, negara atau lembaga asal tetap menjadi pemilik, termasuk terhadap keturunan yang dihasilkan selama masa peminjaman. 

Sebagai bagian dari timbal balik atas pengiriman komodo ke Jepang, KBS akan menerima empat spesies satwa. Tiga di antaranya telah diumumkan, yakni red panda, jerapah, dan kura-kura Aldabra, sementara satu spesies lainnya masih dirahasiakan.

Di antara daftar tersebut, red panda menjadi sorotan utama. Satwa mamalia yang dikenal dengan bulu kemerahan dan wajah khas ini diprediksi akan menjadi magnet baru bagi pengunjung sekaligus memperkaya koleksi satwa eksotik di KBS.

Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, menyebut kerja sama tersebut sebagai bentuk konkret kolaborasi konservasi global, dengan tujuan yang tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik KBS sebagai lokasi wisata, tetapi juga meningkatkan kualitas konservasi.

"Melalui kerja sama ini kami berkomitmen meningkatkan kualitas konservasi, edukasi, serta pengelolaan kebun binatang yang modern dan berkelanjutan. Surabaya to the world, konservasi adalah tanggung jawab bersama," ujar Nurika saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/5/2026).

Kedatangan satwa dari Jepang tidak hanya dimaksudkan untuk menambah variasi koleksi, tetapi juga memiliki tujuan ilmiah yang lebih dalam, yakni memperbaiki kualitas genetik populasi satwa di KBS.

Nurika menuturkan, dengan adanya individu baru dari luar negeri, peluang terjadinya perkawinan sedarah dapat diminimalkan, sehingga kesehatan dan keberlanjutan populasi lebih terjaga.

"Jadi tidak sekadar mendatangkan satwa baru, tapi juga memperbaiki kualitas genetik satwa yang sudah ada," jelasnya.

Program itu juga mencerminkan pengelolaan satwa lintas negara yang semakin terintegrasi. KBS tidak lagi hanya berperan sebagai tempat konservasi lokal, melainkan menjadi bagian dari jaringan global yang saling terhubung.

"Ini adalah upaya transformasi KBS menuju lembaga konservasi modern terus didorong agar mampu bersaing di tingkat internasional," ucap Nurika.

Di luar tiga spesies yang telah diumumkan, publik juga dibuat penasaran dengan satu satwa lain yang masih dirahasiakan. Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan petunjuk bahwa akan ada kejutan menarik bagi masyarakat.

"Yang jelas akan menjadi surprise untuk warga Surabaya. Warnanya merah dan bukan reptil," ujar Wali Kota Eri saat momen penandatanganan MoU KBS dengan iZoo, 29 April lalu.

Kehadiran satwa-satwa baru itu diproyeksikan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi KBS sebagai pusat pembelajaran tentang keanekaragaman hayati.

Dengan koleksi yang semakin beragam dan berkualitas, KBS diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih kaya bagi pengunjung sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow