Rangkaian Fakta Pembunuhan Siswi SMA di Jombang: Pamit COD, Mengambang di Sungai hingga Motor Korban yang Raib
Merujuk hasil autopsi, PRA adalah korban pembunuhan. Polisi memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap siapa pelakunya.
JOMBANG, SJP -Sosok mayat perempuan ditemukan di Megaluh, Kabupaten Jombang, Selasa (11/2/2025). Siang harinya, korban berhasil diidentifikasi. Hasil autopsi menunjukkan kuat dugaan jika PRA korban pembunuhan.
Berikut fakta-akta seputar dugaan peristiwa penemuan mayat yang berujung pembunuhan ini.
Mayat Tanpa Identitas Mengambang di Sungai Megaluh
Diawali dari penemuan mayat perempuan yang mengambang di sungai Induk Mrican Kanal Turi-Tunggorono, persis bersebelahan dengan aliran Sungai Brantas, Selasa (11/2/2025). Tepatnya, di Dusun Peluk, RT 03, RW 03, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos kuning dan celana hitam.
Tanpa berpikir panjang, warga menepikan mayat ke tepian dengan sebatang kayu. Lalu, mengikat tubuh korban agar tidak terbawa arus sungai.
Kesaksian Keluarga Bongkar Identitas, Korban Mau Lulus SMA
Tak berselang lama polisi datang dan langsung mengevakuasi mayat misterius itu. Guna mengetahui lebih lanjut identitas dan penyebab kematian korban, pihak polisi mengevakuasi mayat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.
Siang harinya sekitar pukul 13.30 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri masuk ruangan kamar jenazah RSUD Jombang. Tim berjumlah sekitar 8 orang.
Selang sekitar 30 menit kemudian tiga orang pria turut hadir ke Kamar Jenazah RSUD Jombang. Ternyata salah satu pria mengaku sebagai kerabat korban dan membeberkan identitas korban. Korban bernama PRA, warga Dusun Sebani, Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Saat ini, korban kelas 12 SMA. "Mau lulus SMA," tambah Suwari, kerabat korban.
Terakhir Keluar Rumah Senin Sore, Pamit COD
Korban meninggalkan rumah pada Senin (10/2/2025) sekira pukul 16.00 WIB. Pada ayahnya, dia pamit hendak transaksi cash on delivery (COD). Maksudnya pembelian barang dengan tatap muka dengan pembayaran langsung. "Ceritanya mau COD-an," tambah Suwari.
Ayah korban, lanjut Suwari, sudah mewanti-wanti pada PRA untuk tidak pulang larut malam. Korban pergi mengendarai motor Vario. Hingga malam hari belum pulang, korban dihubungi oleh ayah korban. Namun, telepon selulernya tidak aktif. Keluarga korban cemas.
"Jam 8 (malam) ditelepon nggak aktif. Jam 9 nggak aktif. Jam 10 nggak aktif. Bingung keluarga. Setelah itu, sekitar jam 1 dini hari ditelepon berdering tapi nggak diangkat," terangnya.
Ibu Korban Baru Meninggal Dunia
Karena ditelepon berulang-ulang tidak tersambung. Khawatir terjadi sesuatu yang buruk."Sampai pagi, keluarga tidak tidur semua. Tahu-tahunya, tadi pagi ada kabar," jelasnya.
Keluarga sangat berduka. Ibu korban baru saja meninggal dunia. "PRA anak kedua dari dua saudara, di rumah sama bapaknya. Ibunya baru meninggal juga," ucap Suwari.
Kuat Dugaan Pembunuhan, karena Luka Benda Tumpul
Polisi mengungkap hasil autopsi PRA yang mengindikasikan dia adalah korban pembunuhan. Korban mengalami luka pada kepala dan perut karena benda tumpul.
"Dari hasil autopsi memang ditemukan adanya luka sobek bagian kepala yang diakibatkan benda tumpul dan juga ada indikasi benturan di bagian perut yang bisa mengakibatkan kematian," ungkap AKP Margono Suhendra, Kasatreskrim Polres Jombang.
Merujuk hasil autopsi, kematian korban sendiri penyebab utamanya karena tenggelam. Di mana setelah mengalami luka, diduga kuat korban dimasukkan dalam sungai dan meregang nyawa.
"Tetapi dari hasil autopsi penyebab kematian pertama adalah hasil dari tenggelam. Ya jadi pada saat dia masuk ke sungai posisinya masih hidup, sehingga diindikasikan meninggalnya karena tenggelam," beber AKP Margono.
Analisa polisi, sebelum dihanyutkan ke sungai, kemungkinan korban dalam kondisi sudah lemas atau memang sudah tidak berdaya sehingga meninggalnya pertama adalah tenggelam.
Motor dan Telepon Seluler Korban Hilang
Polisi terus melakukan penyelidikan, memintai keterangan para saksi. Begitu juga barang korban, yakni sepeda motor dan hanphone dibenarkan telah hilang, berdasarkan surat-surat kepemilikan yang ditunjukkan keluarga korban.
"Barang bukti pakaian yang digunakan terus masih ada menggunakan kalung dan juga cincin dan diindikasinya handphone dan juga motor dibawa lari oleh terduga pelaku," jelasnya.
Saat ini sudah diperiksa dua orang yang pertama kali melihat dan juga tiga teman sekolah korban. "Karena korbankan masih sekolah kelas tiga di salah satu SMA di Jombang," tandasnya.
Apakah PRA korban perampokan yang dibunuh untuk menghilangkan jejak pelakunya. Ataukah, dia korban pembunuhan yang barangnya diambil untuk kamuflase motif pembunuhan sesungguhnya. Waktu yang akan menjawab. Polisi secara bertahap membuka tabir kematian korban. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

