Rahasia di Balik Jari: Panjang Jari Bisa Tentukan Kemampuan Lari Jarak Jauh?
Rasio panjang jari telunjuk dan jari manis (2D:4D) dapat menunjukkan kemampuan daya tahan fisik. Orang dengan jari manis lebih panjang cenderung lebih kuat dalam lari jarak jauh, karena rasio ini terkait paparan hormon testosteron sejak dalam kandungan. Namun, latihan tetap faktor utama.
SUARAJATIMPOST.COM - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perbandingan panjang jari telunjuk dan jari manis (disebut rasio 2D:4D) mungkin berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam lari jarak jauh dan daya tahan tubuh.
Selama ini, banyak orang menganggap bahwa teknik kaki dan langkah adalah hal terpenting dalam olahraga lari. Namun, penelitian gabungan dari University of South Australia dan University of North Dakota menemukan bahwa bentuk jari tangan juga bisa menjadi petunjuk tentang potensi atletik seseorang.
Dalam studi ini, para peneliti melakukan analisis data dari lebih dari 5.000 orang di 12 negara. Hasilnya, mereka menemukan bahwa orang yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk (rasio 2D:4D rendah) cenderung memiliki kemampuan lebih baik dalam lari jarak jauh.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah American Journal of Human Biology. Para peneliti menjelaskan bahwa rasio jari yang rendah mencerminkan tingginya kadar hormon testosteron yang diterima tubuh saat masih dalam kandungan. Hormon ini dipercaya ikut berperan dalam perkembangan jantung dan pembuluh darah, serta kemampuan tubuh beradaptasi terhadap aktivitas fisik.
Dalam penelitian tersebut, pelari yang memiliki rasio jari rendah mampu melakukan latihan berat dalam waktu yang lebih lama sebelum merasa lelah. Ini bukan soal seberapa cepat seseorang berlari, melainkan soal ketahanan fisik, yang sangat penting dalam olahraga seperti maraton.
Salah satu peneliti, Bethany Gower, menyatakan bahwa hubungan antara bentuk jari dan ketahanan tubuh ini sangat penting untuk memahami potensi dan performa atletik seseorang.
Cara mengukur rasio 2D:4D cukup mudah. Luruskan tangan Anda, lalu bandingkan panjang jari telunjuk (2D) dan jari manis (4D). Jika jari manis lebih panjang, berarti Anda memiliki rasio rendah, yang biasanya berkaitan dengan daya tahan tubuh yang lebih baik.
Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa rasio panjang jari bukan satu-satunya penentu kemampuan atletik. Latihan yang rutin, istirahat yang cukup, dan kedisiplinan dalam menjaga kebugaran tetap merupakan faktor utama dalam meningkatkan performa olahraga.
Meski begitu, temuan ini memberikan pandangan baru tentang bagaimana tubuh manusia sudah memiliki potensi sejak lahir dalam merespons latihan fisik, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan tubuh.(**)
Sumber: beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

