Harga Emas dan Perak Antam Naik, Ikuti Tren Global
Harga emas dan perak Antam naik pada 23 Juli 2025, mengikuti tren global akibat ketidakpastian geopolitik dan turunnya imbal hasil obligasi AS. Emas naik Rp 24.000 ke Rp 1,970 juta/gram, perak naik Rp 200 ke Rp 20.800/gram.
SUARAJATIMPOST.COM—Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan serentak pada Rabu pagi, 23 Juli 2025. Baik emas maupun perak batangan mencatatkan peningkatan harga dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam bertambah sebesar Rp 24.000 per gram dan kini berada di angka Rp 1.970.000. Tren kenaikan ini telah terjadi sejak awal pekan dan terus berlanjut.
Sebagai catatan, harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) emas Antam pernah tercapai pada 22 April 2025, yaitu senilai Rp 2.039.000 per gram.
Tidak hanya emas, harga perak batangan Antam juga mengalami peningkatan sebesar Rp 200. Dari sebelumnya Rp 20.600, kini menjadi Rp 20.800 per gram. Hal ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap logam mulia secara keseluruhan.
Peningkatan harga logam mulia dalam negeri ini sejalan dengan tren penguatan di pasar global. Harga emas spot internasional pada Selasa, 22 Juli 2025, mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen dan mencapai US$ 3.431,48 per ons, tertinggi sejak 16 Juni 2025. Sementara itu, kontrak berjangka emas di Amerika Serikat naik 1,1 persen menjadi US$ 3.443,7 per ons.
Perak spot global juga mengalami penguatan sebesar 0,6 persen ke level US$ 39,16 per ons. Di sisi lain, harga palladium meningkat 1,4 persen menjadi US$ 1.282,82 per ons, sementara platinum justru menurun tipis 0,5 persen ke angka US$ 1.431,64 per ons.
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga logam mulia di pasar global adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perdagangan dunia. Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat membuat investor cenderung mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman (safe haven), seperti emas dan perak. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

