Puluhan Kader PDI Perjuangan Jombang Konvoi Sepeda Motor Menuju Makam Presiden Soekarno
Kegiatan konvoi dikoordinasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan seluruh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan.
JOMBANG, SJP - Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar konvoi kendaraan roda dua menuju ke makam Presiden Republik Indonesia ke-1 di Kota Blitar, Jawa Timur.
Kegiatan konvoi dikoordinasi langsung oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati bulan Bung Karno yang melibatkan seluruh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang, Donny Anggun, menjelaskan bahwa agenda ziarah ke kota persemayaman sang proklamator merupakan bentuk penghormatan tinggi sekaligus momen refleksi bagi para kader untuk mendoakan almarhum selaku Pahlawan Nasional tersebut.
"Kegiatan ziarah ke Blitar ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang sudah kami jadwalkan di DPC PDI Perjuangan Jombang untuk memperingati Bulan Bung Karno. Seperti yang kita ketahui, bulan Juni penuh dengan momen bersejarah, mulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga Hari Wafat beliau nanti pada 21 Juni," ujar Donny saat diwawancarai di lokasi keberangkatan.
Donny mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan kendaraan roda dua ini tidak diambil secara sepihak, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama dengan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) sejak beberapa minggu yang lalu. Menurutnya, ada filosofi mendalam di balik pemilihan moda transportasi ini, yakni untuk memupuk rasa kepedulian dan kebersamaan yang nyata di sepanjang jalan.
"Kami memang menghendaki berangkat naik sepeda motor. Teman-teman di tingkat bawah menilai, kalau kita naik bus atau kendaraan mewah lainnya, kita seperti berada di 'zona nyaman'. Kami ingin melepas ego itu. Dengan bersepeda motor bersama seperti ini, harapannya para kader bisa jauh lebih guyub, menyatu dengan masyarakat, dan mempererat rasa persaudaraan antar-pengurus," jelas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jombang tersebut.
Menyadari bahwa membawa puluhan sepeda motor ke luar kota berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, pihak DPC PDI Perjuangan Jombang telah menyiapkan skema dan teknis perjalanan yang sangat matang demi menjaga ketertiban lalu lintas serta keselamatan para kader.
Donny menerangkan, setiap PAC dari total 21 kecamatan di Jombang mengirimkan 3 armada sepeda motor. Setidaknya ada sekitar 63 sepeda motor dari perwakilan kecamatan yang bergerak, belum termasuk rombongan tambahan dari pengurus harian DPC serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang.
Agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur arteri Jombang–Blitar, pemberangkatan tidak dilakukan sekaligus dalam satu rombongan besar. Panitia memecah konvoi menjadi 5 sampai 6 kelompok kecil. Setiap kelompok kecil tersebut hanya berisi maksimal 10 sepeda motor. Waktu keberangkatan antar-kelompok pun diberi jeda beberapa menit. Selain itu, tiap-tiap kelompok dikawal ketat oleh dua orang personel Satgas Cakra Buana untuk memastikan barisan tetap tertib dan mematuhi rambu lalu lintas.
"Kami sudah membentuk kepanitiaan khusus jauh-jauh hari dan menerjunkan Satgas partai untuk melakukan pengawalan ketat. Kami tidak ingin konvoi ini mengganggu hak masyarakat umum di jalan raya. Makanya semua harus patuh pada aturan kelompok yang sudah dibuat," tegas Donny.
Perjalanan panjang dari Jombang ini nantinya tidak langsung menuju ke area pemakaman. Setibanya di wilayah Blitar, seluruh rombongan kader dari Jombang dijadwalkan untuk transit dan beristirahat sejenak. Tempat berkumpul utama dipusatkan di kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang bertindak selaku tuan rumah.
Momen transit ini akan dimanfaatkan oleh para kader untuk saling bersilaturahmi, berdiskusi, sekaligus melakukan konsolidasi santai dengan sesama kader partai, baik dari internal Blitar maupun dari wilayah lain di Jawa Timur yang kebetulan juga hadir di lokasi.
Setelah seluruh persiapan selesai dan kondisi fisik para kader kembali segar, barulah pada sore hari sekitar pukul 15.00 atau 16.00 WIB, seluruh rombongan besar akan bergerak bersama-sama menuju kompleks Makam Bung Karno. Agenda utama di sana adalah melaksanakan doa bersama secara khusyuk, membaca tahlil, dan ditutup dengan prosesi tabur bunga di pusara Sang Proklamator. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

