Berlangsung di 2 Tempat, Munas-Konbes PBNU 2026 Padukan Aspek Sejarah dan Spiritualitas

Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan pemilihan kedua lokasi itu disertai dengan banyak faktor yang sangat kuat, terutama faktor sejarah dan spritual.

20 Jun 2026 - 20:47
Berlangsung di 2 Tempat, Munas-Konbes PBNU 2026 Padukan Aspek Sejarah dan Spiritualitas
Jajaran SC dan OC Munas-Konbes PBNU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso ( foto : Putra)

KEDIRI, SJP - Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan berlangsung di dua wilayah. Pembukaan dan rapat-rapat pleno akan berlangsung mulai tanggal 20-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kabupaten Kediri. 

Sementara penutupan menurut rencana akan dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, 23 Juni 2026 mendatang. Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes PBNU 2026 KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan pemilihan kedua lokasi itu disertai dengan banyak faktor yang sangat kuat, terutama sejarah dan spritual. 

"Kenapa di Ploso? karena NU lahir dari Pondok Pesantren. NU dan Pondok Pesantren itu, sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang, NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren juga tidak bisa meninggalkan NU. Seperti yang pernah diungkapkan Gus Dur, Pesantren itu NU kecil dan NU itu pesantren besar," jelas KH Ahmad Said Asrori, Sabtu, (20/6/2026). 

Selain itu, KH Ahmad Said Asrori juga mengungkapkan ponpes (Al-Falah) Ploso punya sejarah panjang dan telah menelurkan alumni-alumni di seluruh wilayah Indonesia.

"Sehingga kita sepakat Munas-Konbes ini digelar di Ploso," ungkapnya. 

Sedangkan terkait rencana penutupan Munas-Konbes PBNU 2026 di Bangkalan, KH Ahmad Said Asrori mengungkapkan Bangkalan punya peranan sangat penting dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. 

"Kita tahu bagaimana tentang Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif al-Bangkalani, yang waktu itu melakukan satu ritual panjang sehingga beliau memberikan isyaroh kepada Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari untuk mendirikan satu jamiah yang kemudian disebut Jamiah Nahdlatul Ulama," tuturnya. 

Penutupan dilakukan di Bangkalan, juga sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga fakta sejarah PBNU tetap diingat generasi muda dan tidak terputus. 

"Yang kedua adalah aspek spiritual. Kita ingin di sana nanti istiqozah, Mujahadah, memohon langsung melalui tawassul kepada para ulama, para mu'assis Nahdlatul Ulama ini," tambahnya. 

Ulama yang juga merupakan Khatib 'Aam PBNU itu menjelaskan tawassul bagi warga NU adalah suatu hal yang jelas.

"Kita akan terus melakukan upaya-upaya kebaikan-kebaikan agar kita semua NU dan warganya ini mendapatkan tambahan keberkahan, tambahan kebaikan dan kemaslahatan," pungkasnya. 

Penutupan Konbes-Munas PBNU 2026 sendiri menurut rencana akan turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow