Munas-Konbes PBNU 2026 Diharapkan Hasilkan Keputusan Bermanfaat Untuk Kemaslahatan Umat - Bangsa

Munas-Konbes PBNU 2026 mengusung tema Menjaga marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa. Karena itu, Munas-Konbes PBNU 2026 diharapkan bisa berjalan dengan baik dan membahagiakan serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat serta perubahan menuju kebaikan. Tidak hanya bagi warga NU, Pondok Pesantren tapi juga semua warga Indonesia.

20 Jun 2026 - 19:15
Munas-Konbes PBNU 2026 Diharapkan Hasilkan Keputusan Bermanfaat Untuk Kemaslahatan Umat - Bangsa
Jajaran SC dan OC Munas-Konbes PBNU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso ( foto : Putra)

KEDIRI, SJP - Munas-Konbes PBNU 2026 mengusung tema Menjaga marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa. Karena itu, Munas-Konbes PBNU 2026 diharapkan bisa berjalan dengan baik dan membahagiakan serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat serta perubahan menuju kebaikan. Tidak hanya bagi warga NU, Pondok Pesantren tapi juga semua warga Indonesia. 

"Menjaga marwah, memperkaya hikmat, semuanya dalam rangka ingin memberikan kemaslahatan, khususnya bagi bangsa," ujar Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes PBNU 2026 Prof M Nuh, Sabtu, (20/6/2026). 

Prof M Nuh menegaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi arena adu argumentasi, melainkan ruang untuk menyempurnakan berbagai pandangan demi melahirkan keputusan yang maslahat.

"Karena itu, media diharapkan aktif mengikuti setiap sidang komisi dan menyampaikan kepada publik apa yang menjadi perhatian dari Nahdlatul Ulama, baik di lingkungan organisasinya sendiri maupun untuk bangsa dan kemanusiaan serta peradaban," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Organizing Committee Munas-Konbes PBNU 2026 Saifullah Yusuf mengungkapkan, penyelenggaraan forum kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.

"Kolaborasi inilah yang kemudian kita bisa membuat satu perencanaan, dan kita laksanakan meskipun waktunya sangat pendek. Saya ingin berterima kasih kepada Ponpes Al-Falah Ploso yang telah bekerja keras, membentuk panitia yang cekatan, efektif. Sekaligus juga bekerja pada beberapa hari terakhir ini, 24 jam penuh," ujar tokoh yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. 

Ditambahkan KH. Amin Said Husni bahwa Munas dan Konbes merupakan dua forum yang berbeda namun selalu diselenggarakan secara paralel. Munas diikuti utusan syuriah dari seluruh Indonesia dan membahas masalah diniyah, baik waqi’iyah, maudhu’iyah, maupun qanuniyah. Adapun Konbes diikuti unsur tanfidziyah dan berwenang membahas berbagai peraturan organisasi, termasuk yang berkaitan dengan AD/ART organisasi. 

"Kita punya 38 PWNU se-Indonesia sehingga Konbes itu diikuti oleh 38 provinsi masing-masing 3 orang. Demikian juga Munas itu diikuti oleh 38 kepengurusan syuriah masing-masing 3 orang sehingga utusan PWNU itu masing-masing adalah 6 orang, 3 untuk munas dan 3 untuk konbes," pungkasnya.

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan berlangsung di dua wilayah. Pembukaan dan rapat-rapat pleno akan berlangsung mulai tanggal 200-22 Juni 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Mojo Kabupaten Kediri. Sementara penutupan menurut rencana akan dilangsungkan di STAI Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, 23 Juni 2026 mendatang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow