Provokasi Warga, Pesilat Bocil di Jombang Ditangkap dan Dipulangkan Polisi usai Dibina

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa pelaku bukan merupakan anggota kelompok gangster, melainkan oknum dari komunitas atau perguruan silat yang melakukan konvoi di jalan raya.

27 Jan 2026 - 18:00
Provokasi Warga, Pesilat Bocil di Jombang Ditangkap dan Dipulangkan Polisi usai Dibina
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP- Polisi tidak melakukan penahanan terhadap pemuda yang ditangkap oleh warga usai melakukan aksi provokatif di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang pada Ahad (25/1/2026) malam. 

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyampaikan, perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku bukan merupakan anggota kelompok gangster, melainkan oknum dari komunitas atau perguruan silat yang melakukan konvoi di jalan raya.

"Perlu saya sampaikan, sebetulnya mereka ini bukan gangster. Kebanyakan ada yang mengatasnamakan perguruan atau komunitas tertentu. Kami amankan karena tindakan mereka mengganggu ketertiban umum," tegas AKP Dimas di Mapolres Jombang, sebagaimana ditulis wartawan, Selasa (27/1/2026). 

Dari hasil penggeledahan terhadap seorang pemuda yang diserahkan warga, polisi tidak menemukan senjata tajam (sajam) maupun minuman keras. Pemuda tersebut diketahui merupakan anggota perguruan pencak silat. 

"Jadi satu orang itu diamankan warga, langsung diserahkan ke Polres," ujar AKP Dimas. 

Meski tidak ditemukan unsur tindak pidana berat, Polres Jombang tetap melakukan pendataan dan pembinaan intensif. Sesuai instruksi Kapolres Jombang, mekanisme pemulangan pelaku dilakukan dengan syarat yang ketat guna memberikan efek jera.

AKP Dimas menjelaskan bahwa pelaku hanya boleh dijemput oleh empat unsur pendamping, yaitu orang tua kandung, wali kelas atau Kepala Sekolah (bagi yang masih berstatus pelajar), Ketua ranting perguruan yang bersangkutan dan kepala desa setempat.

“Langkah ini diambil agar seluruh elemen, baik keluarga, sekolah, maupun organisasi, turut bertanggung jawab dalam membina moral pemuda tersebut sehingga kejadian serupa tidak terulang,” pungkas AKP Dimas.

Insiden bermula saat sekelompok pemuda bermotor melintas di sekitar perlintasan kereta api Jatipelem dengan cara yang intimidatif. Aksi tersebut memicu reaksi spontan dari warga setempat yang merasa terusik.

Sekretaris Desa Jatipelem, Mujahid, mengonfirmasi bahwa warga merasa terancam oleh perilaku gerombolan tersebut. Saat massa mulai berkumpul, mayoritas anggota kelompok langsung melarikan diri. 

Namun, terdapat satu oknum pemuda yang justru turun dari motor dan melakukan tindakan provokasi terhadap warga.

“Ada warga yang merasa terancam lalu berteriak minta tolong. Saat massa keluar, gerombolan pemotor ini langsung melarikan diri, namun satu orang tertinggal dan sempat menantang warga sebelum akhirnya diamankan,” ujar Mujahid. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow