Polres Batu Siapkan Dua Skema Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Lonjakan Wisatawan Nataru 2025

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata Andi menegaskan, penerapan kedua skema tersebut bersifat situasional dan akan diberlakukan berdasarkan indikator kepadatan yang terpantau di lapangan. Polres Batu juga telah menyiapkan petugas di pos pengamanan untuk melakukan pemantauan intensif serta pengaturan langsung di titik rawan macet

21 Dec 2025 - 17:42
Polres Batu Siapkan Dua Skema Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Lonjakan Wisatawan Nataru 2025
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata (Ist/Polres/SJP)

KOTA BATU, SJP – Mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Polres Batu Polda Jawa Timur menyiapkan dua skema rekayasa lalu lintas utama yang akan diterapkan secara situasional. Dua skema tersebut yakni sistem pasang surut dan sistem satu arah (one way), yang diberlakukan saat kepadatan arus dinilai sudah mengganggu kelancaran lalu lintas wisata.

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan rekayasa lalu lintas disiapkan sebagai langkah antisipatif mengingat Kota Batu merupakan daerah tujuan wisata yang selalu mengalami peningkatan signifikan jumlah kendaraan saat libur panjang. Penanganan dilakukan berbasis pemantauan lapangan dan indikator kepadatan di titik-titik krusial.

“Jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup parah, kami akan menerapkan dua skema rekayasa lalu lintas. Ini untuk memastikan arus tetap bergerak dan tidak terjadi kemacetan panjang,” paparnya pada Minggu (21/12/2025).

Skema pertama adalah sistem pasang surut dengan pola dua jalur naik dan satu jalur turun. Pada kondisi normal, jalur menuju dan keluar Kota Batu masing-masing memiliki dua lajur. Namun saat diberlakukan pasang surut, konfigurasi diubah menjadi tiga lajur menuju Kota Batu dan satu lajur keluar kota. Rekayasa ini akan diterapkan mulai Simpang Tiga Pendem hingga Simpang Tiga Jalan Dewi Sartika.

Sementara skema kedua adalah sistem satu arah atau one way. Dalam penerapannya, kendaraan dari arah Malang maupun Surabaya yang menuju Kota Batu melalui Pertigaan Pendem akan diarahkan melewati Jalan Ir Soekarno. Sebaliknya, kendaraan dari Kota Batu yang menuju Surabaya akan dialihkan melalui jalur alternatif Jalan Wukir di samping Batu Town Square (Batos), sedangkan tujuan Kota Malang diarahkan melalui Jalan Oro-Oro Ombo.

Selain rekayasa lalu lintas besar, Polres Batu juga menerapkan rekayasa sederhana seperti pemasangan water barrier untuk mencegah crossing, converging, dan diverging di persimpangan, serta menerjunkan personel langsung ke lokasi kepadatan guna mempercepat penguraian arus.

“Semua langkah ini kami siapkan agar mobilitas wisatawan tetap lancar dan aktivitas liburan di Kota Batu berjalan aman dan nyaman,” tandasnya. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow