Polisi Lakukan Autopsi Pesilat Diduga Tewas Ditendang Pelatih di Jember

Kasatreskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni mengatakan, penyidik mulai melakukan autopsi terhadap jenazah korban, untuk memastikan penyebab kematiannya

16 Mar 2024 - 05:15
Polisi Lakukan Autopsi Pesilat Diduga Tewas Ditendang Pelatih di Jember
Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Alqorni.(Ulum/SJP)

Kabupaten Jember SJP-- Polisi terus berusaha melakukan penyidikan untuk mengungkap kasus kematian RE, bocah umur 15 tahun tewas usai latihan silat di Jember.

Pesilat yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, diduga tewas usai ditendang oleh pelatihnya yang berinisial DN (17) di bagian ulu hatinya saat latihan di Kecamatan Rambipuji Jember pada 13 Februari 2024 silam.

Terkait kasus tersebut, Kasatreskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni mengatakan, penyidik mulai melakukan autopsi terhadap jenazah korban, untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Kami lakukan autopsi. Proses autopsi memang baru bisa dilakukan karena sempat ada perdebatan di keluarga (korban)," katanya, Sabtu 16 Maret 2024.

Menurutnya, polisi telah melakukan serangkaian tahapan penanganan kasus tersebut, dengan meminta keterangan dari saksi keluarga korban dan pihak terlapor.

"Untuk proses penanganannya, sekarang masih berjalan," tutur Abid.

Abid mengatakan untuk perkembangan status terlapor yang merupakan pelatih silat korban akan ditentukan setelah hasil autopsi keluar.

"Untuk perkembangan statusnya, akan kami umumkan setelah proses autopsi atau hasil autopsi keluar," ucapnya.

Sekadar informasi, saat malam pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, korban bersama teman seperguruannya menjalani latihan untuk mengasah jurus pencak silat.

Namun ditengah latihan, korban melakukan kesalahan, sehingga DN selaku pelatih silat memberikan hukuman terhadap bocah umur 15 tahun ini.

Saat itu, pelatih meminta korban memasang kuda-kuda tengah lalu terlapor memberikan tendangan cocor di bagian ulu hati muridnya tersebut.

Seketika, anak laki-laki ini pun terjengkang dan pingsan tak sadarkan diri usai dapatkan tendangan keras dari sang pelatih silatnya.

Lalu, teman seperguruan korban membawa pesilat muda tersebut bocah ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Jember.

Tetapi nyawanya tidak tertolong, sebab tim medis menvonis bocah laki-laki itu meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan.(*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow