Plt Bupati Tulungagung Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,05 Ton untuk Masjid Boyolangu
Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dengan harga mencapai Rp132 juta.
TULUNGAGUNG, SJP - Seekor sapi jenis limosin dengan bobot fantastis 1 ton 50 kilogram dipilih pemerintah sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk masyarakat Kabupaten Tulungagung. Sapi jumbo tersebut diserahkan kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Selasa (26/5/2026).
Penyerahan bantuan kemasyarakatan Presiden RI itu dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin. Sapi kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Karangrejo, dengan harga mencapai Rp132 juta.
Ahmad Baharudin mengatakan, bantuan sapi kurban dari Presiden diberikan secara rutin setiap tahun dan lokasi penyalurannya dilakukan secara bergantian di sejumlah wilayah di Tulungagung.
“Hari ini saya mewakili Pak Presiden Republik Indonesia untuk menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa daging sapi, yaitu berupa sapi kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia menjelaskan, sapi bantuan Presiden tersebut memiliki bobot 1 ton 50 kilogram dan merupakan sapi jenis limosin.
“Berat sapinya 1 ton 50 kilo. Harganya Rp132 juta. Jenis sapi limosin,” katanya.
Menurut Bahrudin, pemilihan lokasi penyerahan bantuan tidak dipusatkan di wilayah kota, melainkan bergantian agar pemerataan distribusi hewan kurban bisa dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan.
“Di kota kan sudah mendapatkan banyak daging kurban dari Pemerintah Kabupaten. Jadi kita bagi bergantian setiap tahun,” imbuhnya.
Sapi jumbo yang diberi nama “Fajar” itu merupakan milik peternak bernama Syaiful Anam. Ia mengaku sapi tersebut menjadi ternak terbaik yang pernah dipeliharanya selama hampir dua tahun terakhir.
“Saya rawat ini hampir dua tahun di rumah, Mas. Dari kecil, terus saya pelihara sampai sekarang ini,” kata Syaiful.
Menurutnya, sapi tersebut mulai dipelihara sejak berusia sekitar satu setengah tahun hingga kini berumur sekitar tiga setengah tahun. Sapi itu akhirnya terpilih setelah melalui proses survei dan seleksi bersama sejumlah sapi lain dari peternak di Tulungagung.
“Di Kabupaten Tulungagung dulu kalau enggak salah ada empat ekor, itu sapinya bagus semua. Alhamdulillah direkomendasikan ke pusat, alhamdulillah yang terpilih punya saya ini,” ujarnya.
Syaiful mengungkapkan awalnya ia menawarkan sapi tersebut dengan harga Rp150 juta. Namun setelah proses negosiasi, sapi limosin miliknya dilepas dengan harga Rp132 juta.
“Kemarin saya buka harga itu di Rp150 juta, alhamdulillah dealnya harga di Rp132 juta,” katanya.
Ia juga menyebut sapi bernama Fajar itu merupakan sapi terbaik yang dimilikinya saat ini. Nama Fajar dipilih karena sapi tersebut lahir pada pagi hari.
“Ini sapi terbaik saya. Dulu lahirnya itu pagi, saya kasih nama Fajar,” tuturnya.
Usai diserahkan kepada Takmir Masjid Syariful Muttaqin, sapi bantuan Presiden tersebut langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung. Hasil pemeriksaan menyatakan sapi dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

