Ujian Berat Persebaya di GBT, Tren Negatif Kontra Dewa United Jadi Taruhan

Persebaya menghadapi laga krusial melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo. Puasa kemenangan yang panjang menjadi ujian mental dan momentum penting bagi Bajol Ijo untuk mengubah sejarah.

01 Feb 2026 - 09:10
Ujian Berat Persebaya di GBT, Tren Negatif Kontra Dewa United Jadi Taruhan
Skuad Persebaya berlatih di Stadion Gelora Bung Tomo jelang laga kontra Dewa United pada pekan ke-19 Super League. (Foto: persebaya.id)

SURABAYA, SJP - Ada catatan yang terus menghantui Persebaya setiap kali berhadapan dengan Dewa United. Bukan soal kualitas, melainkan rangkaian hasil yang tak kunjung berpihak. 

Minggu (1/2) malam di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajol Ijo berada di titik krusial: meneruskan pola lama, atau memutus lingkaran yang sudah berlangsung hampir tiga musim.

Persebaya akan kembali menjamu Dewa United pada pekan ke-19 Super League dengan satu beban yang sulit diabaikan, rekam jejak pertemuan yang belum bersahabat dalam beberapa tahun terakhir. Sejak kemenangan terakhir pada April 2023, Green Force belum lagi merasakan manisnya menundukkan lawan yang sama.

Dalam tujuh pertemuan terakhir kedua tim, Persebaya memang tak sepenuhnya inferior. Dua kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kekalahan menunjukkan duel yang relatif berimbang.

Namun, angka-angka itu menyimpan cerita lain: Persebaya kerap gagal menutup laga pada momen-momen krusial, terutama saat berhadapan dengan Dewa United di fase krusial musim.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak menampik adanya catatan tersebut. Namun ia memilih menjauh dari narasi sejarah sebagai pembenaran atau beban berlebih.

“Kami tahu sejarah itu, tapi masa lalu tidak akan membantu kami di pertandingan besok. Yang menentukan adalah apa yang kami lakukan selama 90 menit,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan pendekatan yang lebih pragmatis. Alih-alih terjebak pada statistik lama, Persebaya mencoba menjadikan laga ini sebagai titik balik, bukan sekadar upaya memperbaiki catatan.

Di sisi lain, Dewa United datang ke Surabaya dengan modal kepercayaan diri setelah hasil positif di laga sebelumnya. Kondisi ini justru membuat tantangan Persebaya semakin nyata. Memutus tren buruk bukan hanya soal menang, tetapi juga soal membuktikan bahwa Green Force mampu tampil stabil saat tekanan meningkat.

Faktor kandang kembali menjadi tumpuan. Stadion Gelora Bung Tomo dan dukungan Bonek serta Bonita diharapkan mampu menciptakan atmosfer yang memberi dorongan psikologis bagi para pemain. Tavares secara terbuka mengajak suporter untuk menjadikan laga ini sebagai momen kebersamaan, bukan sekadar tuntutan hasil.

“Saya berharap Bonek dan Bonita datang ke stadion, memberi dukungan penuh agar pemain lebih percaya diri dan kami bisa menampilkan permainan yang baik,” tambahnya.

Meski demikian, Persebaya masih dihadapkan pada persoalan kebugaran. Beberapa pemain belum sepenuhnya berada dalam ritme kompetisi ideal setelah baru bergabung. Situasi itu memaksa tim pelatih untuk lebih cermat dalam menentukan komposisi pemain.

“Itu hal yang normal. Besok kita lihat siapa yang benar-benar siap,” pungkas Tavares.

Laga kontra Dewa United pun tak lagi sekadar tentang tiga poin. Bagi Persebaya, ini adalah kesempatan untuk memutus pola lama dan membuktikan bahwa sejarah bisa ditulis ulang dan dimulai dari kandang sendiri. (**)

Sumber : persebaya.id

Editor : Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow