Perempuan di Blitar yang Terjun ke Sungai Brantas Ditemukan Meninggal Dunia
Hari kedua pencairan, Devi Puspitasari (35) warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar yang dilaporkan terjun ke Sungai Brantas pada Senin (12/1/2026) sore, telah ditemukan tim SAR Gabungan pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di tepi aliran Sungai Brantas sisi utara, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.
BLITAR, SJP - Seorang perempuan yang diduga bunuh diri dengan terjun ke Sungai Brantas di Dusun Mboro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar pada Senin (12/1/2026) sore berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban ditemukan di tepi aliran Sungai Brantas sisi utara Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar pada Selasa (13/1/2026) pukul 14.30 WIB.
Korban diketahui bernama Devi Puspitasari (35) warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan pada Selasa (13/1/2026) pagi, tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri, BPBD, serta relawan melakukan pencarian dengan membentuk Posko SAR Gabungan di Kantor Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Brantas hingga beberapa kilometer dari titik awal korban dilaporkan hanyut.
"Pagi tadi tim gabungan mulai melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Brantas menggunakan perahu karet," kata dia, Selasa (13/1/2026).
Setelah kurang lebih dua hari pencarian, perempuan tersebut ditemukan di wilayah Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar dalam keadaan meninggal dunia dan kondisi tubuh masih utuh.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet dan dibawa ke daratan. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar untuk dilakukan visum luar oleh dokter rumah sakit serta pemeriksaan identifikasi oleh Tim Inafis Polres Blitar Kota.
"Jenazah dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan dari saksi, korban datang ke lokasi kejadian pada Senin (12/1/2026) sekira pukul 15.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor dan memarkirkannya di pinggir jalan dekat rumah warga.
Kemudian, yang bersangkutan berjalan menuju tepi Sungai Brantas. Tak lama kemudian, terdengar suara percikan air yang keras dari arah sungai dan mendapati korban telah berada di aliran sungai.
Saksi sempat melihat korban berusaha bertahan dengan memegang akar pohon di tepi sungai. Namun, saat warga hendak memberikan pertolongan, korban diduga melepaskan pegangannya dan terseret arus sungai yang deras.
Terpisah, adik ipar korban bernama Sutikno menjelaskan bahwa sebelum ada laporan Devi terjun di Sungai Brantas, yang bersangkutan sempat berpamitan kepada ibunya pada Senin (12/1/2026) sore. Saat itu, korban menyampaikan pernyataan yang mengkhawatirkan dan langsung pergi seorang diri dengan mengendarai sepeda motor.
Devi diketahui telah lama mengalami depresi, bahkan sejak sebelum ia menikah. Dimana, saat ini status Devi sebagai janda anak dua, dan kesehariannya tinggal bersama ibunya.
Sutikno menyebut biasanya kondisi tersebut dapat terkendali apabila korban rutin menjalani pengobatan. Diduga pada waktu itu, pengobatan yang seharusnya dijalani mengalami keterlambatan.
"Sebelumnya sudah pamit ke ibunya, tiba-tiba mengatakan "aku pengen mati" dan lansung berangkat pergi sambil mengendarai sepeda motor Mio J," imbuhnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

