Harapan Lebaran Pupus, Ribuan Ibu Rumah Tangga di Jember Tertipu Tabungan Daging

Ribuan ibu rumah tangga di Jember menjadi korban penipuan berkedok tabungan daging murah menjelang Lebaran. Pelaku diduga membawa kabur uang tabungan warga hingga ratusan juta rupiah.

08 Mar 2026 - 10:24
Harapan Lebaran Pupus, Ribuan Ibu Rumah Tangga di Jember Tertipu Tabungan Daging
Ribuan rumah tangga di Jember, Jawa Timur menjadi korban penipuan berkedok tabungan daging oleh pelaku RL (40) warga Bangalsari, Jember. (Foto: Beritasatu.com/Ahmad Hisyam Nugroho)

JEMBER, SJP – Harapan ribuan ibu rumah tangga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk memasak daging saat Lebaran tahun ini pupus. Mereka diduga menjadi korban penipuan berkedok tabungan daging yang ditawarkan dengan harga murah.

Program tabungan tersebut sebelumnya menjanjikan paket daging sapi dan ayam dengan harga di bawah pasar. Banyak warga tertarik dan mulai menabung sejak pertengahan 2025 dengan harapan bisa mendapatkan daging untuk hidangan Idulfitri.

Namun menjelang waktu pembagian, pelaksana program tabungan berinisial RL (40), warga Kecamatan Bangsalsari, justru menghilang. Rumah pelaku dilaporkan kosong ketika warga mendatanginya untuk menagih janji pembagian daging.

Salah satu korban, Fitri, mengaku sangat kecewa karena uang yang ditabung selama berbulan-bulan tidak kembali.

“Kami datang ke rumahnya mau menagih janji pembagian daging, tetapi rumahnya sudah kosong. Orangnya dan keluarganya sudah tidak ada. Kami sudah menabung sejak tahun lalu, harapannya Lebaran ini bisa masak daging murah, ternyata malah kena tipu,” ujarnya.

Dalam program tersebut, pelaku menawarkan paket daging sapi 4 kilogram seharga Rp380.000 dan paket ayam 6 kilogram seharga Rp150.000. Harga yang jauh lebih murah dari pasaran membuat banyak warga tergiur untuk ikut menabung.

Berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban diperkirakan lebih dari 1.000 orang yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Bangsalsari dan sekitarnya. Kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Bangsalsari, Sugiyono, membenarkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penipuan tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan intensif dan mengumpulkan alat bukti. Kami menduga korbannya sangat banyak, mencapai lebih dari 1.000 orang dengan kerugian total ratusan juta rupiah. Kami juga tengah mengejar keberadaan terlapor yang diduga melarikan diri,” ujarnya.

Polisi juga membuka posko pengaduan bagi warga yang merasa menjadi korban dalam kasus tersebut. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati terhadap berbagai penawaran barang murah yang tidak masuk akal, terutama menjelang hari besar keagamaan. (**)

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow