Pemulihan Kerja di Kota Batu Menguat, Wawali Dorong Kualitas Lapangan Kerja dan Perlindungan Pekerja
Dengan tren ketenagakerjaan yang membaik, Heli optimistis Kota Batu berada di jalur pemulihan yang tepat. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga momentum dengan kebijakan yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan pekerjaan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat
KOTA BATU, SJP - Kota Batu menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi yang semakin konkret, tercermin dari membaiknya kondisi ketenagakerjaan hingga Agustus 2025. yang menunjukkan tren penurunan pengangguran dan meningkatnya jumlah penduduk bekerja sebagai hasil dari mulai berjalannya kembali roda ekonomi, terutama di sektor jasa dan pariwisata yang menjadi penopang utama kota wisata tersebut.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (15/12/2025) menegaskan, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk bekerja di Kota Batu mencapai 137.462 orang, bertambah signifikan dibandingkan tahun lalu, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,53 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa iklim usaha dan kesempatan kerja mulai membaik, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Ini sinyal positif bahwa kepercayaan pelaku usaha dan daya serap tenaga kerja di Kota Batu mulai pulih,” ujarnya.
Namun, Heli menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah tidak berhenti pada angka penyerapan tenaga kerja semata. Dominasi sektor informal yang kini menampung lebih dari separuh tenaga kerja, menurutnya, harus diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas pekerjaan.
Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan. Meski tingkat pengangguran perempuan lebih rendah, partisipasi angkatan kerja perempuan masih tertinggal.
“Sektor informal memang lentur dan cepat menyerap tenaga kerja, tapi tantangannya adalah keberlanjutan usaha, kepastian pendapatan, dan perlindungan pekerja. Ini yang sedang kami dorong melalui berbagai program pemberdayaan dan fasilitasi,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Batu, lanjut Heli, berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi perempuan melalui pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, serta dukungan terhadap usaha berbasis rumah tangga.
Selain itu, Heli menilai tingginya pengangguran pada lulusan SMA dan Diploma sebagai sinyal perlunya penyesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
“Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan agar pelatihan dan kompetensi tenaga kerja lebih relevan dengan kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

