Pemkab Probolinggo Siapkan Strategi Embung untuk Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

Pemkab Probolinggo bergerak cepat menghadapi ancaman kemarau panjang. Optimalisasi embung hingga rencana pembangunan baru jadi solusi untuk menjaga ketahanan air dan pertanian masyarakat.

06 May 2026 - 19:32
Pemkab Probolinggo Siapkan Strategi Embung untuk Hadapi Ancaman Kemarau Panjang
Bupati Probolinggo, Muhammad Haris Saat meninjau embung yang ada di Kecamatan Kuripan. (Foto: Kominfo Pemkab Probolinggo)

PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan berdampak pada ketersediaan air, khususnya di sektor pertanian. Salah satu strategi yang kini difokuskan adalah optimalisasi fungsi embung yang sudah ada, sekaligus merancang pembangunan embung baru di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan.

Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi musim kering harus dilakukan sejak dini melalui pemetaan menyeluruh terhadap sumber-sumber air yang tersedia. Menurutnya, embung menjadi salah satu infrastruktur penting yang perlu dimaksimalkan perannya untuk menjaga ketahanan air masyarakat.

“Menjelang kemarau, kita harus mengidentifikasi potensi embung yang sudah ada. Pada lokasi yang memang membutuhkan tambahan pasokan air, maka harus disiapkan pembangunan embung baru,” ujar Haris.

Ia menjelaskan bahwa salah satu embung yang telah ditinjau di wilayah Kecamatan Kuripan merupakan aset yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak tinggal diam dan tetap berupaya mengusulkan langkah perbaikan berupa normalisasi serta pendalaman embung agar kapasitas tampung air bisa ditingkatkan.

“Memang ini menjadi kewenangan provinsi, namun tetap akan kita usulkan dan kita kawal proses normalisasinya. Mengingat cakupan wilayah yang terdampak dari embung ini cukup luas,” jelasnya.

Selain optimalisasi embung yang sudah ada, pemerintah daerah juga tengah melakukan kajian untuk pembangunan embung baru, khususnya di wilayah atas Kecamatan Kuripan. Selama ini, daerah tersebut dinilai belum mendapatkan distribusi air yang merata, sehingga sering mengalami kesulitan saat musim kemarau tiba.

“Untuk wilayah atas Kuripan, saat ini masih dalam tahap assessment. Kita sedang mencari sumber air serta lokasi yang paling tepat untuk pembangunan embung, agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tambahnya.

Menurut Haris, peninjauan langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan. Dengan melihat kondisi riil di masyarakat, pemerintah dapat menentukan langkah strategis yang lebih tepat dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman kekeringan.

Ia juga mengakui bahwa keberadaan embung yang ada saat ini sudah memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat di wilayah bawah seperti Kecamatan Bantaran. Namun demikian, pemerataan akses air masih menjadi tantangan yang harus segera diatasi, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah atas Kuripan.

“Embung yang ada saat ini sudah cukup membantu kebutuhan air masyarakat di wilayah bawah. Namun, pemerataan distribusi air masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama, khususnya untuk wilayah atas,” imbuhnya.

Melalui upaya optimalisasi dan rencana pembangunan embung baru ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap ketersediaan air tetap terjaga, terutama untuk mendukung sektor pertanian. Dengan demikian, dampak negatif musim kemarau terhadap produktivitas petani dapat ditekan seminimal mungkin. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow