Peduli Alam, Sekolah Alam Avesiena Malang Tampilkan Drama Musikal Bertajuk "Save Our Forest"

SAAM membuat kondisi atau atmosfer di sekolah dengan kebiasaan menghemat kertas, mengurangi penggunaan tisu, bahkan tidak menggunakan pensil kayu dan menggantinya dengan pensil mekanik

21 Jan 2024 - 15:00
Peduli Alam, Sekolah Alam Avesiena Malang Tampilkan Drama Musikal Bertajuk "Save Our Forest"
Penampilan drama musikal bertajuk Save Our Forest (Ryan/SJP)

Surabaya, SJP - Meriahkan acara "Menghidupkan Kembali Lagu-Lagu Anak" oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur (Jatim) yang diadakan di Royal Plaza Surabaya, Sekolah Alam Avesiena Malang (SAAM) tampilkan drama musikal dengan mengangkat tema lindungi hutan.

Wisnu Wahyuni Singgih selaku Ketua Yayasan Puri AVESIENA Malang yang juga merupakan seorang psikiater menjelaskan bahwa mereka sudah membuat suatu kebiasaan untuk memberikan kenangan cantik pada murid mereka dengan mengadakan aktivitas positif di tiap acara yang mereka hadiri.

"Kali ini kita angkat tema "Save Our Forest", karena memang sudah kita sepakati bahwa kita akan ajarkan kepada seluruh keluarga besar SAAM bahwa tindakan penebangan hutan yang tidak bertanggungjawab adalah tindakan yang tidak terpuji," terang Wisnu, Minggu (21/01/2024).

Wisnu membeberkan bahwa saat ini SAAM membuat kondisi atau atmosfer di sekolah untuk mulai melakukan kebiasaan menghemat kertas, mengurangi penggunaan tisu, bahkan tidak menggunakan pensil kayu dan menggantinya dengan pensil mekanik.

Menurutnya persoalan ini harus dijalankan secara bersama oleh masyarakat dan bukan hanya digerakkan oleh beberapa golongan pecinta hutan saja.

Baginya, seluruh masyarakat perlu untuk melestarikan dan meninggalkan warisan hutan lindung yang menjadi paru-paru dunia, bukan hanya Indonesia.

Wisnu juga melihat bahwa belum ada gerakan nyata seperti pembentukan peraturan yang mengangkat mengenai permasalahan ini dari pemerintah, dan gerakan yang dilakukan masih sebatas penyebaran informasi berbentuk himbauan.

Sementara itu, Lilla Yustitia Prima Duhita selaku Direktur Sekolah Alam Avesiena Malang juga sependapat dengan Wisnu bahwa mereka memiliki konsen yang kuat terhadap persoalan lingkungan hidup.

Lilla mengungkapkan bahwa mereka juga ingin mendampingi anak untuk jadi Rahmatan Lil Alamin, yang bisa diartikan "Rahmat bagi seluruh alam, kasih sayang bagi semesta alam".

"Jadi mereka tidak hanya sekedar memanfaatkan apa yang ada di alam sekitar, namun mereka juga punya rasa tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan," ujar Lilla.

Dirinya berharap anak didiknya bisa menjadi orang yang bermanfaat dan hidupnya bermakna untuk lingkungan sekitar, utamanya sebagai umat muslim dengan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh tauladan mereka.(*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow