Pasar Murah Diserbu Warga Sananwetan Blitar, Harga Lebih Rendah dari Pasaran
Ratusan warga menyerbu kegiatan Pasar Murah yang digelar di daerah Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Pada kegiatan tersebut, harga kebutuhan pokok dijual lebih rendah dari pasaran.
KOTA BLITAR, SJP–Ratusan warga memadati lokasi Pasar Murah yang diselenggarakan di kawasan Kantor Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Jumat (27/2/2026).
Masyarakat terpantau telah mengantre sejak pagi hari guna mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar.
Salah satu warga, Sri Susanti (34), mengaku sengaja datang lebih awal untuk memastikan ketersediaan stok. Dalam kesempatan tersebut, ia membeli komoditas berupa dua kemasan beras SPHP, telur, bawang putih, cabai rawit, tepung terigu, dan satu liter minyak goreng Minyakita.
"Dibandingkan pasaran, di sini lebih murah dan selisih harganya itu lumayan. Meskipun dibatasi, sudah sangat membantu untuk kebutuhan dapur," ujar Sri, Jumat (27/2/2026).
Sri berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan menjelang Lebaran guna meringankan beban belanja rumah tangga di tengah kenaikan harga musiman.
"Ya harapannya bisa ada lagi kegiatan seperti ini. Kalau bisa jenisnya ditambah yang biasanya sering dibutuhkan para emak-emak," harapnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Terdapat 10 komoditas strategis yang dijual, meliputi beras medium dan premium, minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai merah besar, serta gula pasir.
Adapun sejumlah harga komoditas dalam pasar murah ini tercatat lebih rendah dari harga pasar. Beras medium dijual seharga Rp11.000 per kilogram di saat harga pasar berkisar Rp12.000 hingga Rp13.000. Komoditas telur dibanderol Rp24.000 per kemasan, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp29.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dijual Rp5.000 per ons, sedangkan di pasaran masih berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per ons.
"Ini bukan pembagian gratis, tetapi intervensi harga agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kami siapkan satu ton beras medium SPHP dan 240 liter Minyakita," jelas Parminto.
Parminto menambahkan, memasuki pekan kedua bulan Ramadan, sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan harga, namun dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau fluktuasi harga guna menjaga stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

