Otak Mulai Lemot? Jangan Salahkan Usia!

Tidur berkualitas lebih dari sekadar meningkatkan energi keesokan harinya, tetapi juga meningkatkan kinerja otak. Masalahnya, bagaimana dapatkan kualitas tidur yang tepat?

13 Dec 2023 - 05:15
Otak Mulai Lemot? Jangan Salahkan Usia!
Jaga kinerja otak dengan tidur berkualitas, bukan tidur berdurasi lama (pixabay/SJP)

Malang, SJP – Usia belum injak 45 tahun tetapi sudah sering lupa adalah tanda penuaan kognitif. 

Jika seorang individu sering lupa maka hal ini jadi peringatan bahwa otak sedang berjuang untuk kembali ke ‘setelan pabrik’.

Para peneliti percaya bahwa tanda-tanda penuaan kognitif yang memengaruhi daya ingat dapat dimulai sejak usia 45 tahun.

Genetika memang jadi penentu meski gaya hidup juga berperan penting dalam menjaga atau bahkan meningkatkan daya ingat.

“Setiap manusia bisa dengan mudah mengingat,” tegas Chris W Winter, M.D., ahli saraf,  yang juga merupakan pembawa acara kondang podcast Sleep Unplugged.  “Memori dapat ditingkatkan.”

Bagaimana caranya?   Ternyata kualitas tidur berperan penting.

Tidur berkualitas lebih dari sekadar meningkatkan energi keesokan harinya, tetapi juga meningkatkan kinerja otak.

Tidur dapat tingkatkan proses yang memompa produk limbah dari otak melalui sistem glimfatik

Ingin tidur berkualitas dengan tubuh tetap sehat?

Tidur bantu tingkatkan memori dimana para pakar buktikan konsekuensi negatif terhadap ingatan jangka pendek dan jangka panjang ketika seseorang kurang tidur atau mengalami disfungsi otak.

Bayangkan sel-sel otak kita seperti pegawai perpustakaan.

Pada malam hari, mereka menyortir dan mengarsipkan rincian peristiwa hari itu untuk mencatatnya untuk tersimpan di memori otak.

Apabila si pegawai tidak punya cukup waktu untuk memilah ia pun tidak bekerja maksimal.

Ingat, tidur berkualitas bukan berarti tidur dalam durasi lama.

Tidur yang sehat adalah jenis istirahat yang tidak terganggu.

Masalahnya, tidak semua orang bisa tidur berkualitas.

Simak cara mudah untuk dapatkan tidur berkualitas setiap hari:

1.      Makan asupan kaya protein dan lemak sehat karena dapat bantu dukung daya ingat, manajemen stres, dan tidur nyenyak.
2.      Berolahraga hampir setiap hari selama 30 menit atau lebih
3.      Fokus pada pola makan nabati dan batasi makanan inflamasi seperti gula buatan.
4.      Luangkan waktu untuk sosialisasi
5.      Asah otak dengan catur, teka teki silang dan game yang mengasah otak.
6.      Hindari kafein beberapa jam menjelang tidur.
7.      Usahakan terpapar sinar matahari di pagi hari
8.      Kurangi stress
9.      Jauhkan gadget saat hendak tidur

Jadi, otak lemot bukan sekedar faktor genetik.

Kebiasaan sehari-hari dapat bantu kinerja otak lebih lama. (**)

sumber: eatingwell

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow