Okupansi Hotel di Kota Batu Masih Lesu, Turun 25–30 Persen Dibanding Tahun Lalu
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi menilai, faktor utama penurunan ini adalah turunnya daya beli masyarakat dan efisiensi anggaran dari sektor pemerintahan. Saat ini, hanya sekitar 30 persen tamu hotel yang berasal dari instansi pemerintah, padahal sebelumnya jumlahnya mencapai 50 persen.
KOTA BATU, SJP – Tingkat hunian hotel di Kota Batu masih menunjukkan tren penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyebutkan bahwa penurunan okupansi hotel terjadi hampir di semua momen besar, termasuk Tahun Baru dan Idulfitri.
"Secara umum, okupansi hotel menurun sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan Mei tahun lalu. Satu-satunya momen yang menunjukkan perbaikan adalah pada perayaan Hari Raya Waisak tahun ini. Karena bertepatan dengan akhir pekan panjang (long weekend), okupansi hunian hotel sempat mencapai angka tertinggi, yakni 83 persen pada Sabtu dan Minggu," ungkap Sujud saat ditemui pada Rabu (14/5/2025).
Namun, kondisi itu hanya berlangsung singkat, karena pada Senin dan Selasa langsung turun ke angka 50–60 persen, dan kini kembali pada kisaran normal 20–30 persen.
Meski peringatan Waisak tahun ini dianggap lebih baik dibanding sebelumnya, secara keseluruhan okupansi hotel di Kota Batu tetap tertinggal jika dibandingkan tahun lalu.
Sujud menilai, faktor utama penurunan ini adalah turunnya daya beli masyarakat dan efisiensi anggaran dari sektor pemerintahan. Saat ini, hanya sekitar 30 persen tamu hotel yang berasal dari instansi pemerintah, padahal sebelumnya jumlahnya mencapai 50 persen.
"Daya beli masyarakat menurun dan instansi pemerintah melakukan efisiensi anggaran, ini yang paling memengaruhi okupansi. Kami berharap tren ini dapat segera membaik, terutama dengan adanya berbagai agenda pariwisata yang dijadwalkan berlangsung di Kota Batu dalam beberapa bulan mendatang," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

