Nyaris Celaka di Gunung Piramid Bondowoso, Pendaki Remaja Selamat dari Dehidrasi
Insiden menimpa seorang remaja asal Curahdami yang kelelahan saat mendaki Gunung Piramid. Beruntung cepat dievakuasi warga dan relawan. Camat Curahdami mengingatkan jalur Piramid rawan dan tetap ditutup oleh Perhutani demi keamanan.
BONDOWOSO, SJP – Seorang pendaki Gunung Piramid, bagian dari kompleks pegunungan Argopuro di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso ditemukan dalam kondisi dehidrasi saat berada di jalur pendakian pada Ahad (28/9/2025) siang, sekira pukul 13.00 WIB.
Plt Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, membeberakan jika pendaki tersebut pelajar berinisial MKAI, warga RT 1 RW 5 Desa Petung, Kecamatan Curahdami. Ia mendaki bersama sekira 5–7 orang temannya tanpa seizin orang tua.
“Yang bersangkutan diduga kelelahan di atas, hingga mengalami dehidrasi. Alhamdulillah sudah berhasil dievakuasi dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Curahdami. Kondisinya mulai membaik,” terang Guruh, Senin (29/9/2025).
Ia menambahkan, insiden ini menjadi pelajaran bagi para pecinta alam agar lebih memperhatikan persiapan, baik fisik maupun logistik. Pihak kecamatan bersama aparat desa dan relawan segera bergerak setelah menerima laporan warga untuk membantu penanganan korban.
Guruh juga menegaskan bahwa kawasan pendakian ke Gunung Piramid sementara waktu masih ditutup oleh Perhutani dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan.
“Kami memahami tingginya minat masyarakat untuk menikmati keindahan Gunung Piramid. Namun perlu dipahami bahwa jalurnya rawan dan berisiko tinggi. Penutupan ini semata-mata demi keselamatan kita semua, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.
Jalur Pendakian Ditutup Sejak Mei 2025
Jalur pendakian Gunung Piramid, Gunung Saeng dan Gunung Gulgulan, yang berada di kompleks pegunungan Argopuro telah ditutup oleh Perhutani sejak bulan Mei 2025 lalu.
Penutupan itu dilakuan usai terjatuhnya seorang pendaki asal Kabupaten Jember, Fahrul Hidayatullah atau yang karib dipanggil Baim (18) di Gunung Saeng di Desa Sumber Waru, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, akhirnya Perhutani KPH Bondowoso menutup jalur pendakian.
Penutupan jalur pendakian juga dibenarkan oleh Yuni Dwi Sri Handayani, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.
“Ya benar. karena Piramid itu kewenangan Perhutani, dan Perhutani belum mengeluarkan izin untuk dilakukan pendakian,” tandasnya, Senin (29/9/2025).
Pengumuman itu juga disampaikan oleh Misbakhul Munir, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso. Sejak tanggal 5 Mei 2025, atau sehari setelah proses evakuasi jenazah pendaki asal Jember, dari tebing sedalam 150 meter di Gunung Saeng.
"Perhutani belum pernah membuka lokasi tersebut, karena belum ada peruntukan wisata pendakian," ujarnya, Senin (29/9/2025) melalui pesan WhatsApp nya.
Bukan tanpa alasan, Perhutani KPH Bondowoso memiliki pertimbangan yang membuat jalur pendakian ke tiga puncak gunung di kawasan pegunungan Argopuro ini harus ditutup. Di antaranya:
- Ketiga gunung tersebut berada di kawasan hutan lindung (petak 23-1 RPH Curahdami dan RPH Wringin Tapung).
- Lokasi ini bukan merupakan tempat wisata resmi meskipun mulai ramai di media sosial.
- Topografi berbahaya: Medan terjal, kanan kiri tebing curam, serta akses yang sulit. Sehingga sangat berisiko bagi keselamatan pengunjung. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

