Ning Ita Buka Kran Investasi Wisata Seluas-luasnya Demi Percepat Ekonomi Mojokerto
Langkah strategis ini ditegaskan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam acara Sarasehan Pengembangan Pariwisata yang digelar di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (16/3/2026).
KOTA MOJOKERTO, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus mematangkan strategi untuk mendongkrak perekonomian daerah. Tanpa bergantung pada sumber daya alam, kota ini kini membidik sektor pariwisata sebagai mesin utama penggerak ekonomi berkelanjutan.
Langkah strategis ini ditegaskan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, dalam acara Sarasehan Pengembangan Pariwisata yang digelar di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (16/3/2026).
Dalam forum tersebut, wali kota yang karib disapa Ning Ita ini memaparkan arah kebijakan ekonomi kota yang akan bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
Kota Mojokerto sempat menghadapi tantangan berat ketika pertumbuhan ekonominya melambat hingga menyentuh angka 2,79 persen.
Penurunan ini dipicu oleh penutupan beberapa pabrik rokok berskala besar yang selama ini menjadi salah satu penopang lapangan kerja warga setempat.
Namun, lewat berbagai intervensi kebijakan, kondisi tersebut kini berhasil dibalikkan. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto telah kembali melesat ke tren positif, berada di kisaran 5,32 hingga 5,34 persen.
"Angka tersebut sebenarnya sudah berada pada titik normal pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto. Namun, kita tidak ingin berhenti di situ. Melalui penguatan sektor pariwisata serta peluang investasi yang kita buka seluas-luasnya, kita berharap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat jauh lebih cepat," ujar Ning Ita.
Fokus Pemkot Mojokerto pada sektor pariwisata bukan tanpa alasan. Industri ini dinilai memiliki efek domino (multiplier effect) yang sangat luas dan mampu menyentuh langsung ekonomi masyarakat bawah, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga pelaku industri kreatif.
Sektor yang paling diuntungkan dari geliat pariwisata ini adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini, Kota Mojokerto memiliki sekitar 29.000 UMKM yang terdata. Menariknya, lebih dari setengahnya merupakan pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner.
Total UMKM Kota Mojokerto ± 29.000 unit, UMKM Sektor Kuliner ± 16.000 unit (Sangat bergantung pada kunjungan wisatawan)
Dengan mendorong sektor pariwisata, Pemkot Mojokerto secara otomatis menghidupkan pasar bagi belasan ribu pedagang kuliner dan produk lokal tersebut.
Kerja keras pemkot mulai membuahkan hasil nyata. Indikator keberhasilan ini terlihat dari tiga aspek utama yang terus merangkak naik.
Pertama adalah peningkatan kunjungan wisatawan, jumlah pelancong yang datang ke Kota Mojokerto terus bertambah.
Kedua okupansi hotel, tingkat hunian hotel dan penginapan di dalam kota menunjukkan grafik yang stabil dan cenderung meningkat.
Ketiga adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menyumbang porsi pendapatan yang semakin signifikan bagi kas daerah.
"Kalau kita kelola dengan baik, data menunjukkan progres yang positif. Kunjungan wisatawan meningkat, tingkat hunian hotel bertambah, dan PAD dari sektor pariwisata juga terus naik," jelas Ning Ita.
Untuk menjaga momentum keberhasilan ini, Pemkot Mojokerto telah menyiapkan program inovatif ke depan bernama "One OPD One Event" (Satu Organisasi Perangkat Daerah, Satu Acara). Melalui program ini, setiap dinas atau instansi di lingkungan pemkot diwajibkan menggelar minimal satu acara berskala besar sepanjang tahun.
Strategi ini diharapkan tidak hanya mampu menciptakan kalender wisata yang padat dan menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Mojokerto. Dengan kolaborasi lintas sektor ini, pariwisata diharapkan resmi menjadi pondasi utama pertumbuhan ekonomi kota yang mandiri dan berkelanjutan. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

