Baru Hitungan Menit Dilantik, Ketua KONI Kota Blitar Samanhudi Anwar Langsung Mundur
langkah mundur ini diambil sengaja untuk meredam potensi konflik dan menghindari munculnya gejolak berkepanjangan di dalam tubuh organisasi KONI Kota Blitar.
KOTA BLITAR, SJP – Prosesi pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026–2030 di gedung kesenian setempat diwarnai drama mengejutkan. Baru saja resmi dilantik sebagai Ketua Umum KONI Kota Blitar, M. Samanhudi Anwar langsung menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya di hadapan para undangan dan pengurus yang hadir.
Keputusan mengejutkan dari mantan Wali Kota Blitar tersebut disampaikan sesaat setelah prosesi sakral pelantikan selesai dilakukan. Langkah ini sontak membuat suasana aula pelantikan menjadi riuh penuh tanya.
Kepada awak media, Samanhudi menegaskan bahwa keputusan mundur ini bukan sebuah tindakan spontan atau emosional. Ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan komitmen yang telah ia buat sejak awal sebelum dirinya maju sebagai calon ketua.
Bahkan, ia membeberkan fakta bahwa surat pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah ditandatangani sekitar dua pekan sebelum prosesi pelantikan hari ini digelar.
"Seorang pimpinan itu harus punya komitmen. Komitmen saya, setelah dilantik saya mengundurkan diri. Saya harus gentleman," ujar Samanhudi.
Ia menjelaskan lebih detail mengenai alasannya. Menurutnya, langkah mundur ini diambil sengaja untuk meredam potensi konflik dan menghindari munculnya gejolak berkepanjangan di dalam tubuh organisasi KONI Kota Blitar.
Ia tidak ingin kepemimpinannya justru memicu Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang dinilai berpotensi menimbulkan dinamika politik baru yang tidak sehat bagi dunia olahraga.
Saat ini, pihak internal KONI Kota Blitar masih terus berkoordinasi intensif dengan KONI Provinsi Jawa Timur untuk menentukan mekanisme kepemimpinan selanjutnya. Ada beberapa opsi yang tengah digodok, mulai dari penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) hingga penguatan peran Ketua Harian. Semua opsi tersebut dipastikan akan tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
"Yang penting saya secara pribadi sekarang sudah mengundurkan diri. Untuk mekanismenya nanti kami dalami dan bahas bersama sesuai aturan AD/ART," tambahnya.
Menanggapi keputusan mendadak sang ketua umum, Wakil Ketua I KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, langsung angkat bicara untuk menenangkan publik dan para pengurus cabang olahraga (cabor). Elim memastikan bahwa roda organisasi KONI Kota Blitar akan tetap berjalan normal dan tidak akan lumpuh.
Menurut Elim, pengunduran diri seorang ketua tidak serta-merta menghentikan fungsi pelayanan organisasi. Ada aturan main baku yang harus dilewati sebelum pengunduran diri tersebut dinyatakan sah secara administratif.
"Kalau beliau berkenan mengundurkan diri, itu adalah hak dan keputusan pribadi Pak Samanhudi. Tetapi secara aturan AD/ART, sebelum proses administrasi itu selesai sepenuhnya, fungsi-fungsi ketua tetap harus berjalan. Saya sebagai wakil siap mengawal dan menjalankan tanggung jawab yang ada," tegas Elim.
Di sisi lain, Elim berharap agar seluruh dinamika dan ketegangan politik yang sempat mengiringi proses pemilihan Ketua KONI Kota Blitar beberapa waktu lalu bisa segera diakhiri. Pasalnya, kepengurusan periode 2026–2030 ini dibentuk dengan merangkul berbagai unsur masyarakat olahraga demi kemajuan bersama.
Kini, fokus utama kepengurusan baru adalah langsung tancap gas melakukan pembinaan kepada para atlet lokal dan mendongkrak prestasi olahraga Kota Blitar di kancah regional maupun nasional.
"Kami diberi amanah ini bukan untuk gagah-gagahan atau sekadar jabatan, melainkan ada tanggung jawab besar di pundak kami untuk membawa olahraga Kota Blitar semakin berprestasi ke depannya," pungkas Elim. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

