Nikmati Sensasi Petik Kurma dari Pohonnya, Tempat Ngabuburit Favorit di Nganjuk

Tidak perlu ke Timur Tengah untuk tahu rasanya memetik kurma dari pohonnya langsung. Di Jawa Timur, Anda bisa memetik kurma sepuasanya. Tepatnya di Kabupaten Nganjuk

07 Mar 2025 - 12:04
Nikmati Sensasi Petik Kurma dari Pohonnya, Tempat Ngabuburit Favorit di Nganjuk
Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit sambil memetik buah kurma langsung dari pohonnya di Nganjuk, Jawa Timur. (Beritasatu.com/Moh Muajijin)

NGANJUK, SJP -  Banyak hal yang bisa dilakukan selama Ramadan. Terutama ketika sedang menunggu waktu buka puasa. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu memetik buah kurma langsung dari pohonnya. Sensasi ini bisa dirasakan di Kabupaten Nganjuk.

Tidak perlu ke Timur Tengah  untuk memetik buah kurma langsung dari pohonnya. Karena di Kelurahan Kedondong, Kabupaten Nganjuk buah kurma bisa langsung dinikmati di atas pohonnya.

Pemilik kebun kurma ini bernama Umi Farida. Dia menanam sekitar 200 pohon kurma di kebunnya. Kurma yang kini telah tumbuh besar tidak hanya satu jenis. Berbagai macam jenis ada. Antara lain: ajwa, medjol, barhi, dan halawi.

Bagi Umi Farida, Ramadan benar-benar membawa berkah. Bagaimana tidak, saat memasuki bulan puasa, kebunnya tidak pernah sepi oleh pengunjung. Mereka ingin menikmati sensasi memetik kurma langsung dari pohonnya sembari menunggu jam berbuka.

Pohonnya yang tidak terlalu tinggi membuat pengunjung tidak kesusahan saat memetiknya. Karena itulah, sekelompok ibu-ibu jemaah pengajian sengaja datang karena penasaran. Mereka tidak menyangka di Nganjuk ada pohon kurma bisa berbuah.

“Ngabuburit menunggu buka puasa. Apalagi di sini kita bisa langsung memetik dan membawa pulang buah kurma yang masih segar," ungkap Heppy Nur Dita, salah satu pengunjung, sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, Rabu (5/3/2025).

Pengunjung lainnya, Emy Handayani merasa penasaran bagaimana buah kurma bisa tumbuh subur dan bahkan berbuah hingga matang di Kabupaten Nganjuk.

"Yang jelas penasaran. Kok ada buah kurma bisa tumbuh dan berbuah hingga masak. Apalagi tadi pohon kurmanya juga tidak terlalu tinggi. Sehingga kita bisa langsung memetik. Saya tadi memetik setengah kilogram," ujar Emy kepada Beritasatu.com, Rabu (5/3/2025).

Umi Farida, selaku pemilik kebun mengatakan, mulanya dia termotivasi untuk menanam kurma saat dirinya berada di Arab Saudi. Dia tertarik setelah melihat kebun kurma di Arab.

Pada tahun 2021, dia menjajal nasib dengan berkebun kurma. Dia membeli dua pohon kurma dengan harga 20 juta per pohon. Kini berkembang menjadi 200 pohon.

Umi Farida sengaja mendatangkan pohon kurma dari dalam dan luar negeri. Ada beberapa jenis pohon kurma yang kita tanam. Di antaranya ajwa, medjol, barhi, dan halawi.

Pohon kurma yang ditanam berbuah secara bergantian. Sehingga para pengunjung dapat menikmati buah kurma yang sudah matang.

“Nanti pengunjung bisa memetik sendiri. Per kilogramnya kita jual Rp 200.000," ucapnya.

Umi Farida bersyukur ketika hendak memasuki bulan Ramadan. Sebab setiap Ramadan, permintaan pengunjung bertambah dibandingkan dengan hari- hari biasanya.

Di hari biasa sekitar 5 sampai 7 kunjungan. Sedangkan saat bulan Ramadan bisa 10 hingga 20 kunjungan. Bahkan setiap hari bisa menjual 5 sampai 7 kilogram per hari. (**)

Penulis: Maria Karolina Bupu, mahasiswa magang merdeka Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow