Niatnya Menakuti, 'Pocong' di Kediri Malah Diomeli Emak
Pengejaran dramatis teror pocong di Watugede, Kediri berakhir antiklimaks. 'Setannya' ternyata bocah SD-SMP gabut.
KEDIRI, SJP — Sebuah insiden menegangkan yang berujung tawa terjadi di Desa Watugede, Kecamatan Kandat, Kediri. Niat hati ingin memburu pelaku teror mistis yang sedang viral di media sosial, warga justru berhasil mengamankan 'setan sasetan' alias pocong imitasi yang ternyata masih berstatus pelajar SD dan SMP.
Peristiwa ini bermula ketika jalanan dikejutkan oleh rombongan pemotor yang tengah mengejar sebuah kendaraan. Setelah didekati, kendaraan yang dikejar ternyata sedang membonceng sesosok putih dengan ikatan di atas kepala, pakaian dinas resmi menyerupai pocong.
Mengingat isu teror pocong sedang hangat-hangatnya digoreng di media sosial, alarm kewaspadaan warga langsung berbunyi. Spontan, warga yang sedang melintas bersama takmir mushola setempat langsung membentuk tim "Ghostbusters" dadakan.
"Kami kira teror beneran, makanya langsung kami kejar bersama warga," ujar salah satu saksi.
Aksi pengejaran sengit pun terjadi. Berkat kerja sama yang solid antara intelijen warga dan kecepatan kendaraan, sang pocong akhirnya berhasil dipepet, dikepung, dan dipaksa "turun ranjang" dari boncengan motor.
Plot Twist: Setannya Minta Ampun
Setelah aksi pengejaran yang mendebarkan, sosok menyeramkan tersebut akhirnya berhasil dipojokkan dan tertangkap. Massa yang terlanjur tegang sempat tersulut emosi dan bersiap memberikan "salam olahraga".
Namun, amarah warga langsung luntur dan berubah jadi elusan dada saat tali kafir... maksudnya tali pocong tersebut dibuka. Alih-alih wajah pucat penuh belatung, yang muncul adalah komplotan bocah ingusan warga setempat yang masih duduk di bangku SD dan SMP.
Melihat massa yang ramai, nyali 'pocong-pocong' cilik ini langsung ciut. Mereka segera dievakuasi ke mushola terdekat untuk menghindari amukan warga, sekaligus untuk dipanggilkan "pawang" asli mereka: orang tua masing-masing.
Saat diinterogasi di teras mushola, para pelaku mengaku tidak punya niat jahat atau pesugihan. Alasan mereka bertaruh nyawa kosplay jadi makhluk halus sangatlah sederhana: cuma iseng.
Alih-alih berakhir di kantor polisi, malam itu para pocong amatir tersebut berakhir tragis di tangan emak dan bapak mereka sendiri. Momen saat mereka dimarahi habis-habisan oleh keluarganya.
Jika Anda bosan di malam hari, carilah hobi yang aman seperti main game atau ronda malam. Jangan kosplay jadi pocong, karena selain berisiko digebuk warga, Anda juga berisiko dicoret dari Kartu Keluarga oleh Emak. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

