Parkir One Gate System Tuai Gejolak Jukir Lama

Parkir tersebut dikatakan membuat para jukir lama menjadi kehilangan mata pencaharian, sehingga atas dasar tersebut mereka mendatangi UPT Pasar Induk Among Tani pada Jumat (2/2/2024).

02 Feb 2024 - 17:15
Parkir One Gate System Tuai Gejolak Jukir Lama
Puluhan Jukir pasar lama saat meluruk UPT Pasar Among Tani Kota Batu (Arul/SJP)

Kota Batu, SJP – Pemberlakuan parkir secara one gate system di Pasar Among Tani Kota Batu menuai protes dari jukir lama yang sebelumnya bekerja di Pasar Induk.

Parkir tersebut dikatakan membuat para jukir lama menjadi kehilangan mata pencaharian, sehingga atas dasar tersebut mereka mendatangi UPT Pasar Induk Among Tani pada Jumat (2/2/2024).

Perwakilan Paguyuban Parkir Pasar Batu Heri Maskur meminta agar Pemkot Batu memiliki kepekaan dalam menerapkan kebijakan, terlebih para jukir itu sudah mengais rezeki sejak pasar belum direvitalisasi. 

"Makanya kami tekankan agar Pemkot Batu mengedepankan kearifan lokal dalam membuat kebijakan. Mohon ada kepekaan karena mereka juga merupakan warga Kota Batu," katanya.

Paguyuban Jukir Pasar Batu sendiri terdiri dari 11 koordinator dengan total anggota 80 jukir dan para jukir yang tergabung dalam paguyuban itu juga sudah didata oleh pihak UPT Pasar Induk Among Tani. 

Namun pemberlakuan parkir one gate system tersebut seolah merenggut mata pencaharian jukir, sehingga pihaknya meminta Pj Wali Kota Batu agar segera memastikan nasib para jukir yang bekerja untuk menafkahi keluarganya.

Sementara itu Kepala Diskumdag Kota Batu Aries Setiawan menjelaskan diterapkannya gate parkir di Pasar Induk Among Tani, seiring dengan diberlakukannya regulasi baru Perda Kota Batu nomor 4 tahun 2023 tentang pajak dan retribusi daerah.

Regulasi baru itu baru dijalankan mulai awal 2024.

"Dalam regulasi disebutkan untuk retribusi parkir dibagi dua kategori. Yakni retribusi parkir umum tepi jalan serta parkir khusus seperti di area pasar. Parkir khusus di area pasar ditargetkan menyumbang PAD sebesar Rp 2,2 miliar setahun," terang Aries.

Terkait tuntutan jukir tersebut, ia mengaku belum bisa memutuskan dan akan menyampaikan permasalahan tersebut ke Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai tentang langkah kedepannya yang akan diambil. (*)

editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow