Ndalang on the Road: Melestarikan Budaya Wayang Bagian Jaga Kearifan Lokal

Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran seni budaya kearifan lokal, serta meningkatkan nilai-nilai nasionalisme dan spirit literasi, terutama untuk generasi muda.

04 Feb 2024 - 07:15
Ndalang on the Road: Melestarikan Budaya Wayang Bagian Jaga Kearifan Lokal
Ndalang on the road dibawakan Ki Ompong Sudarsono bawa pesan moral edukasi terhadap seni budaya kearifan lokal, serta meningkatkan nilai-nilai nasionalisme dan spirit literasi warisan budaya bagi generasi sekarang dan mendatang. (Foto:Jefri Yulianto/SJP)
Ndalang on the Road: Melestarikan Budaya Wayang Bagian Jaga Kearifan Lokal
Ndalang on the Road: Melestarikan Budaya Wayang Bagian Jaga Kearifan Lokal
Ndalang on the Road: Melestarikan Budaya Wayang Bagian Jaga Kearifan Lokal
Ndalang on the Road: Melestarikan Budaya Wayang Bagian Jaga Kearifan Lokal

Surabaya, SJP - Ki Ompong Sudarsono adalah seorang dalang wayang yang memiliki semangat luar biasa.

Ia rela mewakafkan seluruh hidupnya untuk melestarikan budaya wayang melalui pergerakan ndalang on the road, Sabtu (3/1) malam.

Ndalang on the road adalah bentuk pergerakan nyata dalam melestarikan kebudayaan kearifan lokal, khususnya tradisi budaya wayang.

Pergerakan ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik nyata dengan turun langsung ke masyarakat.

Dalam kesempatan kali ini, Ki Ompong Sudarsono menggelar pertunjukan wayang kontemporer di wilayah RW 02 Desa Gunung Anyar, Surabaya. 

"Tema lakon yang diangkat adalah kehidupan nyata saat ini, baik tentang isu sosial, politik, maupun agama," cetus Ki ompong Sudarsono di sela acara sampaikan pesan moral pada penonton.

Kendati demikian, Ki Ompong tetap memasukkan unsur-unsur kearifan lokal berupa edukasi akhlak, moralitas, dan etika bermasyarakat.

Selain itu, Ki Ompong juga sangat intens dalam mengedukasi tentang tokoh-tokoh wayang, terutama kepada generasi muda, khususnya anak-anak usia produktif dan remaja.

Kegiatan ini didukung, diprakarsai, dan diwadahi oleh Taman Baca Masyarakat Griyo Maos Gunung Anyar serta para Penggiat Literasi Gunung Anyar ID.

Fajar Shubuh selaku penggiat literasi sekaligus penasehat TBM Griyo Maos Gunung Anyar katakan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran seni budaya kearifan lokal, serta meningkatkan nilai-nilai nasionalisme dan spirit literasi, terutama untuk generasi muda.

Peserta pertunjukan ini adalah masyarakat dan anak-anak remaja dari RT 02, 03 RW 02 Gunung Anyar, TPQ Darunnajah Gunung Anyar, serta Jamaah Santri Embongan Surabaya.

Tak hanya dari penontong dari lingkungan kamoung, acara juga dihadiri  perwakilan dari Jamaah Santri Embongan, yaitu pengasuh TPQ Darunnajah Gunung Anyar, Ustadz Sujaih, turut mendukung kegiatan ini yang juga memimpin doa dalam rangkaian acara.

Pertunjukan wayang ini digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan momentum bulan Rajab.

"Dengan adanya kegiatan semacam ini , harapan kami tidak muluk. Bisa saling menumbuhkan kesadaran lingkungan kepada teman teman kecil kita yang ada dikampung saja sudah cukup kenal makna dari pementasan seni wayang juga sebagai warisan budaya bagi generasi sekarang dan mendatang," sambungnya.

Minimal, dari penerus generasi kita bisa mengenal tentang kekayaan nilai-nilai budaya dan tradisi yg ada di Jawa sendiri," ungkap M Ilham faizuddin selaku owner TBM Griyo Maos Gunung Anyar.(*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow