Musim Libur Sekolah, Lonjakan Penumpang Kereta Api di Daop 8 Surabaya Tembus 64 Ribu

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat 10.170 pelanggan memanfaatkan tiket promo pada hari pertama pembukaan penjualan periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

21 Jun 2026 - 21:12
Musim Libur Sekolah, Lonjakan Penumpang Kereta Api di Daop 8 Surabaya Tembus 64 Ribu
Suasana penumpang di stasiun Gubeng KAI Daop 8 Surabaya jelang musim libur sekolah. Foto: Humas Kai Daop 8 Surqbaya/suqrajatimpost.com)

SURABAYA, SJP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat 10.170 pelanggan memanfaatkan tiket promo pada hari pertama pembukaan penjualan periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, Minggu (21/6/2026).

Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Erlangga Budi Laksono, menyebut antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama penjualan tiket dibuka.

Menurutnya, program promo menjadi salah satu pemicu awal meningkatnya mobilitas penumpang, terutama pada rute-rute favorit dari wilayah Daop 8 Surabaya.

“Sejak dibukanya penjualan tiket dengan tarif promo, minat masyarakat sangat tinggi. Pada hari pertama keberangkatan program ini, lebih dari 10 ribu pelanggan telah memanfaatkan tiket tersebut untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari wilayah Daop 8 Surabaya,” ujarnya.

Tingginya minat tersebut kemudian mendorong akumulasi jumlah pelanggan menjadi 64.288 orang, yang menandai menguatnya tren penggunaan kereta api sebagai moda transportasi darat pilihan masyarakat selama masa libur sekolah.

Lonjakan ini tidak berdiri sendiri. Di balik meningkatnya angka penumpang, terdapat kombinasi faktor yang saling menguatkan, mulai dari kebijakan tarif promo, momentum libur sekolah, hingga meningkatnya preferensi masyarakat terhadap transportasi publik yang dinilai lebih pasti dari sisi waktu tempuh dan kenyamanan perjalanan.

Secara kumulatif, kata Erlangga, jumlah pelanggan yang memanfaatkan tiket promo terus bertambah hingga mencapai 64.288 orang. 

Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring masih berlangsungnya periode penjualan dan tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat selama musim liburan.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa kereta api tidak lagi hanya dipandang sebagai alternatif transportasi, melainkan sudah menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota. 

Olehnya, faktor ketepatan waktu, kemudahan akses pemesanan tiket, serta kenyamanan perjalanan menjadi alasan yang terus mendorong pergeseran preferensi tersebut.

Menurutnya, di luar dampak program promo, tren peningkatan penumpang juga tercermin dari periode sebelumnya. KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 205.695 pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada 12–16 Juni 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 104.524 pelanggan tercatat berangkat, sementara 101.171 pelanggan datang melalui berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. 

Data ini, sebutnya menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tetap tinggi bahkan sebelum program diskon diberlakukan, yang menandakan adanya tren pertumbuhan penggunaan transportasi rel secara berkelanjutan.

Untuk itu, kata Erlangga tingginya volume penumpang juga tercermin dari aktivitas di sejumlah stasiun utama. 

Disusul perolehan capaian data dari Stasiun Surabaya Pasarturi menjadi yang tersibuk dengan 60.438 pelanggan, disusul Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 59.211 pelanggan, dan Stasiun Malang dengan 37.126 pelanggan. 

"Ketiga stasiun tersebut menjadi simpul utama mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur bagian tengah dan selatan," terangnya.

KAI Daop 8 Surabaya menilai peningkatan jumlah penumpang ini sebagai indikator positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. 

Tingginya kebutuhan mobilitas saat musim liburan, sebut Erlangga sebagai pilihan pelanggan pada moda transportasi berbasis rel dan dinilai mampu memberikan kepastian perjalanan yang lebih stabil dibandingkan moda darat lainnya yang terpengaruh kondisi lalu lintas.

Ia melanjutkan, untuk menjaga kualitas layanan, KAI memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari pelayanan pelanggan di stasiun, pengaturan perjalanan kereta, hingga pengawasan keselamatan dan keamanan selama periode liburan.

"Bagi KAI, capaian 64 ribu lebih pelanggan dalam periode promo ini bukan sekadar angka transaksi, melainkan gambaran meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik yang efisien dan terukur," jelasnya.

Tren ini sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di Jawa Timur, terutama pada momentum libur panjang yang ditandai tingginya arus perjalanan antarkota. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow