Menteri PPPA dan Wali Kota Kediri Komit Perkuat Pemberdayaan Perempuan
Menteri PPPA juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Wanita Tani Flamboyan yang dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
KOTA KEDIRI, SJP — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menekankan kepada seluruh masyarakat untuk terus berusaha dan berproses menjadi orang tua yang baik serta membangun keluarga yang kuat.
Hal tersebut diungkapkan Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, saat mengunjungi dan melihat hasil karya Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan, Kelurahan Ketami, Kota Kediri.
Menurut Menteri PPPA, penguatan ketahanan keluarga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni dengan memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga anak-anak, melindungi perempuan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan harmonis.
Menteri PPPA menegaskan komitmennya untuk mewujudkan hal tersebut bersama seluruh elemen masyarakat agar anak-anak dan keluarga Indonesia terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
"Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri PPPA, Minggu (21/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA juga memberikan apresiasi kepada Kelompok Wanita Tani Flamboyan yang dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
"Ketika saya baru masuk ke ruangan ini dan melihat hasil yang ada. Saya yakin apa yang dicita-citakan Bapak Presiden bisa berhasil di Kota Kediri. Karena yang diinginkan Bapak Presiden adalah setiap desa bisa mandiri," ujarnya.
Menteri PPPA menjelaskan bahwa mandiri yang dimaksud adalah seluruh kebutuhan warga di sekitar desa tersebut dicukupi oleh warganya sendiri.
KWT Flamboyan diinisiasi oleh perempuan di Kelurahan Ketami. Arifatul Fauzi menilai gerakan ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, melainkan upaya strategis dalam membangun kemandirian, memperkuat ketahanan wilayah, serta mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dari tingkat kelurahan.
"Saya ingin menyampaikan pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus berkolaborasi agar setiap desa atau kelurahan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Kelurahan ini sudah memulai dengan Kelompok Wnaita Tani bahkan produknya sudah dijual ke beberapa tempat," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Menteri PPPA juga mengajak Pemerintah Kota Kediri untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan keluarga. Tidak memiliki lahan luas bukan lagi menjadi alasan, karena setiap rumah bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam tanaman produktif menggunakan lakban semai (polybag).
"Dengan tumbuh kesdaran untuk menanam tanaman yang dapat dikonsumsi sebenarnya bukan hanya berdampak secara ekonomi. Namun juga oksigen di lingkungan akan lebih baik," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Khususnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta ketahanan pangan berbasis keluarga. Di tengah berbagai tantangan seperti perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, dan pemenuhan gizi keluarga, ketahanan pangan menjadi isu strategis yang tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan sebagai garda terdepan dalam kehidupan keluarga.
"Perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, mengembangkan usaha produktif, hingga mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan," ujar Mbak Wali, sapaan akrabnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

