Ratusan Pemain Muda Berebut Tempat di Siadi Cup III, Lawang Jadi Pusat Talenta Sepak Bola

Turnamen U-19 Siadi Cup III di Lawang resmi dimulai, dihadiri pejabat Jatim, menjadi ajang pembinaan dan kompetisi ratusan pemain muda Malang Utara.

21 Jun 2026 - 22:51
Ratusan Pemain Muda Berebut Tempat di Siadi Cup III, Lawang Jadi Pusat Talenta Sepak Bola
Para talenta pemain muda sepak bola berfoto bersama sebelum ajang kompetisi Siadi Cup III dimulai (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Ratusan pemain muda dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Lawang, Malang memadati Lapangan Kalisoerak, Kelurahan Kalirejo, Ahad (21/6/2026), untuk mengikuti ajang Siadi Cup III. Turnamen sepak bola usia 19 tahun ini menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus ajang unjuk kemampuan generasi muda di wilayah Malang Utara.

Sebanyak 12 klub perwakilan desa dan kelurahan ambil bagian dalam kompetisi yang sejak laga pembuka langsung menyedot perhatian masyarakat pecinta sepak bola lokal. Atmosfer pertandingan berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Pembukaan turnamen turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Malang Sanusi, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, serta Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Siadi, bersama tokoh masyarakat dan pecinta sepak bola.

Dalam sambutannya, Emil Dardak menilai pembinaan sepak bola usia muda di tingkat kecamatan seperti Lawang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem olahraga daerah. Ia menyebut Malang Raya sebagai kawasan strategis yang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi.

“Malang Raya telah berkembang menjadi kawasan strategis. Karena itu kami ingin memastikan Kecamatan Lawang dan sekitarnya juga menjadi pusat pertumbuhan atlet sepak bola yang mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” ujar Emil, Ahad (21/6/2026).

Sementara itu, Siadi selaku inisiator Siadi Cup menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan agenda pembinaan yang telah berjalan cukup lama dan kini dikemas lebih terstruktur sebagai ruang pengembangan bakat pemain muda dari Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Lawang.

Menurutnya, hampir setiap desa di Lawang memiliki SSB yang secara rutin melakukan pembinaan dasar kepada anak-anak muda. Namun, setelah tahap awal tersebut, para pemain membutuhkan kompetisi yang lebih kompetitif untuk mengasah kemampuan mereka.

“Di Lawang hampir setiap desa memiliki SSB. Setelah mendapatkan pembinaan dasar, mereka membutuhkan wadah untuk menyalurkan kemampuan dan mengembangkan bakatnya. Siadi Cup hadir untuk menjembatani proses tersebut,” ujar Siadi, kepada awak media.

Ia menambahkan, sepak bola saat ini telah menjadi salah satu cabang olahraga dengan peluang karier yang terbuka luas. Karena itu, ia berharap turnamen ini dapat menjadi pintu awal bagi pemain muda menuju kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Liga 3 hingga Liga profesional.

“Saya berharap dari turnamen ini akan lahir pemain-pemain yang mampu berkarier di Liga 3, Liga 2 bahkan Liga 1. Beberapa putra Lawang sudah berhasil menembus kompetisi nasional, bahkan ada yang sempat mengikuti seleksi Tim Nasional Indonesia,” katanya.

Siadi juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam pengembangan sepak bola usia muda, termasuk dukungan dari ASKAB dan ASPROV PSSI agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan dan lebih terarah.

“Pembinaan sepak bola tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kolaborasi semua pihak agar ekosistemnya berjalan baik,” tegasnya.

Turnamen Siadi Cup III sendiri dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan mendatang dengan ratusan pemain muda yang akan saling berhadapan dalam pertandingan-pertandingan yang dipastikan berlangsung ketat.

Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan sportivitas generasi muda di Kabupaten Malang. (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow