Gelar Bung Karno Esport 2026, Hanindhito Buka Peluang Bentuk Akademi di Kediri
Mengusung tajuk Bung Karno Esport 2026, turnamen ini menjadi daya tarik bagi kalangan muda di Kabupaten Kediri. Hal itu terlihat dari profil peserta yang didominasi oleh generasi Z dan milenial.
KEDIRI, SJP — Sebanyak 83 tim meramaikan turnamen esport Free Fire yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri dalam rangka Peringatan Bulan Bung Karno, Ahad (21/6/2026).
Mengusung tajuk Bung Karno Esport 2026, turnamen ini menjadi daya tarik bagi kalangan muda di Kabupaten Kediri. Hal itu terlihat dari profil peserta yang didominasi oleh generasi Z dan milenial.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang karib disapa Mas Dhito menyebut turnamen tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat di cabang olahraga esport.
Mas Dhito, yang melihat langsung jalannya turnamen, menyempatkan diri berdialog dengan para peserta. Pihaknya menekankan kepada setiap pemain untuk tidak bermain curang, agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan dalam kehidupan nyata.
Dalam sebuah permainan, menurut Mas Dhito, terkadang terjadi glitch atau bug yang menyebabkan gim tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Saya harap tetap junjung sportivitas," katanya.
Melihat potensi di bidang olahraga elektronik ini, di hadapan para peserta, Mas Dhito menyebut tidak menutup kemungkinan ke depan pihaknya akan membentuk akademi esport. Melalui akademi tersebut, para atlet akan diikutsertakan dalam turnamen-turnamen dengan skala yang lebih besar.
"Tidak menutup kemungkinan kita juga akan membuat akademi esport untuk di Kabupaten Kediri," ungkapnya.
Harapan Mas Dhito, yang juga menjabat sebagai Bupati Kediri itu, memompa semangat para pemain. Sebagai bentuk dukungan dan penambah semangat peserta, Mas Dhito menyatakan akan menambah jumlah hadiah bagi para pemenang turnamen Bung Karno Esport 2026 tersebut.
Mas Dhito mengakui, pada era perkembangan teknologi saat ini, anak muda tidak lepas dari gawai maupun gim. Kendati demikian, ia berpesan kepada para pemain yang masih berstatus pelajar untuk tetap mengutamakan pendidikan.
"Boleh bermain game, boleh menjadi atlet esport, Cuma jangan lupa belajar," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

