Masyarakat Pelestari Lingkungan Identifikasi Kota Batu Miliki 302 Mata Air.

Koordinator Ekspedisi Mata Air Doddy Eko Wahyudi mengatakan pada Senin (3/6/2024) bahwa data hasil ekspedisi tersebut cukup melengkapi data mata air di Kota Batu yang telah terdokumentasi dalam Buku Inventarisasi Sumber Mata Air Wilayah Perhutani KPH Malang, cetakan ke-3 Tahun 2016.

03 Jun 2024 - 18:15
Masyarakat Pelestari Lingkungan Identifikasi Kota Batu Miliki 302 Mata Air.
Salah satu mata air Kota Batu (Istimewa/Saberspungli/Sjp)

Kota Batu, SJP - Masyarakat pelestari lingkungan hidup yang tergabung dalam Gerakan Kesadaran Terlibat dan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli) berhasil mengidentifikasi jumlah ril mata air di Kota Batu dengan total mencapai 302 titik mata air.

Koordinator Ekspedisi Mata Air Doddy Eko Wahyudi mengatakan pada Senin (3/6/2024) bahwa data hasil ekspedisi tersebut cukup melengkapi data mata air di Kota Batu yang telah terdokumentasi dalam Buku Inventarisasi Sumber Mata Air Wilayah Perhutani KPH Malang, cetakan ke-3 Tahun 2016.

"Jumlah mata air tersebar baik di seluruh kawasan desa dan kelurahan, termasuk di kawasan hutan dengan berbagai nama lokal. Temuan jumlah itu lebih banyak dari data yang disampaikan Pemkot Batu selama ini yang hanya mendata sebanyak 157 mata air," paparnya.

Lebih lanjut, jumlah tersebut masih belum termasuk di dua desa dan kelurahan yang belum disurvei seperti di Desa Oro-Oro Ombo dan Kelurahan Pesanggrahan.

Sedangkan kegiatan ekspedisi ini dilakukan sejak Oktober 2022 hingga Mei 2024 dengan melibatkan relawan masyarakat dan perwakilan instansi Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, TNI, Polri, PUPR, DLH, BPBD, dan PDAM Kota Batu.

"Ekspedisi dilakukan untuk menjawab ketidaktahuan atau kesimpangsiuran data mata air yang selama ini diketahui masyarakat. Selama ini masyarakat Kota Batu sering mendengar pemberitaan jumlah mata air yang tersisa, namun jumlahnya tidak sama dengan mata air yang dikenal masyarakat," imbuhnya. 

Doddy berharap data yang berhasil terdokumentasi ini tidak hanya menjadi sekedar data. Merunut dari data itu diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak berwenang. "Program pemantauan, evaluasi, pelestariannya diharapkan dapat lahir dari data mata air ini,'' tandasnya. (*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow