Masih Percaya? 9 Mitos Puasa Ramadan yang Ternyata Tidak Benar
Masih banyak mitos seputar puasa Ramadan yang dipercaya masyarakat. Simak 9 mitos puasa yang ternyata tidak benar beserta penjelasan faktanya agar ibadah semakin mantap dan tenang.
Suarajatimpost.com — Bulan Ramadan selalu hadir sebagai momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadan juga merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt. Selama Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri, memperbanyak amal kebaikan, serta memperhalus akhlak.
Pada bulan mulia ini, pahala dilipatgandakan, pintu rahmat dibuka seluas-luasnya, dan umat Muslim berlomba-lomba memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, serta menunaikan salat tarawih. Namun, di tengah semangat beribadah tersebut, masih beredar berbagai mitos seputar puasa yang kerap dipercaya sebagian masyarakat. Mitos-mitos ini, jika tidak diluruskan, bisa menimbulkan keraguan dan mengurangi kekhusyukan ibadah.
Berikut ini adalah sembilan mitos puasa Ramadan yang ternyata tidak benar, disertai penjelasan faktanya agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih mantap dan tenang.
1. Mandi Saat Puasa Bisa Membatalkan
Mitos yang cukup sering terdengar adalah mandi saat berpuasa dapat membatalkan puasa. Faktanya, mandi tidak membatalkan puasa selama air tidak sengaja masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung hingga mencapai tenggorokan. Justru, mandi dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan menyegarkan tubuh agar tetap bugar menjalani aktivitas harian selama berpuasa.
2. Menelan Ludah Membatalkan Puasa
Banyak orang—termasuk anak-anak—percaya bahwa menelan ludah bisa membatalkan puasa. Padahal, ludah merupakan cairan alami tubuh dan menelannya tidak membatalkan puasa. Yang perlu dihindari adalah sengaja mengumpulkan ludah dalam jumlah banyak lalu menelannya, karena tindakan tersebut dinilai tidak wajar dan berpotensi membatalkan puasa menurut sebagian pendapat.
3. Berolahraga Saat Puasa Berbahaya
Anggapan bahwa olahraga saat puasa berbahaya juga termasuk mitos. Pada kenyataannya, olahraga tetap aman dilakukan selama intensitasnya ringan hingga sedang. Aktivitas seperti berjalan kaki, peregangan, atau yoga dapat membantu menjaga kebugaran. Waktu yang dianjurkan adalah menjelang berbuka atau setelah berbuka agar tubuh tetap terhidrasi.
4. Sahur Bisa Diganti dengan Makan Banyak di Malam Hari
Sebagian orang beranggapan sahur tidak perlu karena bisa diganti dengan makan banyak di malam hari. Faktanya, sahur sangat dianjurkan karena memberikan energi yang dibutuhkan tubuh sepanjang hari. Melewatkan sahur dapat membuat tubuh cepat lemas dan menurunkan konsentrasi, meskipun sebelumnya sudah makan dalam jumlah besar.
5. Puasa Menyebabkan Kekurangan Nutrisi
Puasa sering dianggap membuat tubuh kekurangan nutrisi. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan nutrisi tetap dapat terpenuhi jika pola makan saat sahur dan berbuka diatur dengan seimbang. Bahkan, puasa yang dijalankan dengan benar dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu proses detoksifikasi dan memperbaiki metabolisme tubuh.
6. Menggosok Gigi Membatalkan Puasa
Menggosok gigi saat berpuasa kerap dianggap membatalkan. Faktanya, menyikat gigi tidak membatalkan puasa selama pasta gigi atau air tidak tertelan. Untuk menghindari keraguan, menyikat gigi dapat dilakukan sebelum imsak atau setelah berbuka, sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.
7. Memotong Kuku Membatalkan Puasa
Memotong kuku saat berpuasa diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. Aktivitas ini tidak termasuk memasukkan sesuatu ke dalam rongga terbuka tubuh. Bahkan jika terjadi luka kecil dan keluar darah, puasa tetap sah. Yang sebaiknya dihindari adalah menggigit kuku hingga tertelan, karena jika masuk ke tenggorokan dapat membatalkan puasa.
8. Menangis Membatalkan Puasa
Ada pula anggapan bahwa menangis bisa membatalkan puasa. Faktanya, menangis tidak membatalkan puasa karena tidak ada benda yang masuk ke dalam rongga tubuh. Namun, jika air mata bercampur dengan air liur lalu tertelan hingga ke tenggorokan, hal tersebut dapat berpotensi membatalkan puasa.
9. Mengupil Saat Puasa Pasti Batal
Mengupil sering diperdebatkan saat Ramadan. Pada dasarnya, puasa tetap sah selama aktivitas membersihkan hidung tidak melewati batas bagian dalam hidung. Jika dilakukan terlalu dalam hingga menyentuh bagian pangkal hidung, maka berpotensi membatalkan puasa.
Hal-Hal yang Benar-Benar Membatalkan Puasa
Agar tidak terjebak dalam mitos, penting pula memahami hal-hal yang secara nyata membatalkan puasa, di antaranya:
1. Makan dan minum dengan sengaja pada waktu puasa.
2. Hubungan suami istri di siang hari.
3. Muntah dengan sengaja.
4. Mengeluarkan darah dengan sengaja untuk tujuan tertentu menurut sebagian pendapat.
5. Menstruasi dan nifas pada perempuan.
6. Hilangnya akal atau kesadaran sepanjang hari.
7. Pingsan sepanjang hari tanpa sadar sama sekali.
8. Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja melalui rongga terbuka yang bersifat mengenyangkan atau memberi nutrisi.
Beragam mitos tentang puasa kerap beredar setiap Ramadan dan sering menimbulkan kebingungan. Dengan memahami mana yang mitos dan mana yang fakta, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, yakin, dan khusyuk. Ramadan pun dapat dijalani sebagai momentum memperbaiki diri—lahir dan batin—secara optimal. (**)
Sumber: berita satu.com
Penulis: Febiana Dendo Ngara,Mahasiswa Magang Unitri.
Editor: Danu
What's Your Reaction?

