Longsor Kembali Terjang Kepulauan Bawean Gresik, Enam Rumah Rusak

Bencana longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sangkapura dalam beberapa hari terakhir.

13 Jan 2026 - 12:00
Longsor Kembali Terjang Kepulauan Bawean Gresik, Enam Rumah Rusak
Rumah terdampak tanah longsor di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. (BPBD Gresik for SJP)

GRESIK, SJP — Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Kali ini, material longsor menerjang permukiman warga di Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, pada Senin (12/1/2026) pagi, yang mengakibatkan sedikitnya enam unit rumah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa bencana longsor tersebut dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sangkapura dalam beberapa hari terakhir. 

Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dengan dimensi titik longsor mencapai lebar 5 meter dan panjang 45 meter.

"Berdasarkan laporan tim di lapangan, tercatat ada enam unit rumah warga yang mengalami rusak ringan. Lokasi longsor berada tepat di area pemukiman sehingga sempat mengejutkan warga sekitar," ujar Sukardi saat dikonfirmasi Suarajatimpost.com, Selasa (13/1/2026).

Meski material longsor menghantam bagian bangunan, Sukardi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. 

Berdasarkan hasil asesmen, rumah-rumah yang terdampak dinyatakan masih aman untuk ditempati karena kerusakan yang terjadi tidak mengganggu struktur utama bangunan.

Pemerintah Kabupaten Gresik melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi tanah di lokasi kejadian masih tergolong labil. Hal ini diperparah dengan peringatan dini dari BMKG yang memprediksi cuaca ekstrem akan mencapai puncaknya pada 20 Januari 2026 mendatang.

"Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih sangat tinggi. Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, kami merekomendasikan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan pemasangan bronjong di titik-titik rawan guna mencegah longsor susulan," tegas Sukardi.

Insiden di Desa Kebuntelukdalam ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi di Kepulauan Bawean. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat sudah tiga kali bencana longsor melanda wilayah tersebut.

Sebelumnya, longsor terjadi di Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, pada pertengahan Desember 2025, disusul kejadian serupa di Desa Patar Selamat pada (7/1/2026). Rentetan kejadian ini menunjukkan kerentanan geografis Pulau Bawean terhadap curah hujan tinggi, yang memerlukan perhatian serius terkait mitigasi bencana di wilayah kepulauan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow