Pencarian Janda Bunuh Diri di Sungai Brantas Blitar Diperluas, Libatkan 40 Personel

Sebanyak 40 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan dalam operasi ini. Tim dibagi menjadi tiga kelompok kerja guna mengoptimalkan pencarian di wilayah Dusun Mboro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

13 Jan 2026 - 11:00
Pencarian Janda Bunuh Diri di Sungai Brantas Blitar Diperluas, Libatkan 40 Personel
Petugas gabungan saat melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Brantas. (Foto: Ninda Kinanti/SJP)

BLITAR, SJP — Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian terhadap Devi Puspitasari (35), warga Jalan Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Brantas. 

Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa (13/1/2026), petugas fokuskan penyisiran hingga radius lima kilometer dari titik awal kejadian.

Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrawi, menyatakan bahwa sebanyak 40 personel gabungan dari berbagai unsur diterjunkan dalam operasi ini. Tim dibagi menjadi tiga kelompok kerja guna mengoptimalkan pencarian di wilayah Dusun Mboro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

"Dua tim melakukan penyisiran air menggunakan perahu karet milik BPBD dan Basarnas. Sementara satu tim lainnya bertugas melakukan pemantauan darat di titik-titik krusial, seperti di bawah jembatan dan area pusaran air," ujar Imam pada Selasa (13/1/2026).

Pihaknya mengakui bahwa kondisi alam menjadi hambatan utama di lapangan. Hujan deras yang mengguyur wilayah Blitar pada Senin (12/1/2026) mengakibatkan peningkatan debit air dan membuat arus Sungai Brantas menjadi sangat ekstrem.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. 

Korban diketahui datang ke lokasi seorang diri menggunakan sepeda motor Yamaha Mio G bernomor polisi AG 5828 KAN.

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sempat terlihat memarkirkan kendaraannya sebelum berjalan menuju bibir sungai. Tak lama berselang, terdengar suara dentuman air yang cukup keras.

"Warga sempat melihat korban berusaha bertahan dengan memegang akar pohon di pinggir sungai. Namun, saat warga hendak memberikan pertolongan, korban justru melepas pegangannya dan seketika terbawa arus ke arah barat," ungkap AKP Samsul.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio G bernopol AG 5828 KAN, dompet berwarna hitam dan STNK atas nama Tumiati, warga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, korban diketahui merupakan seorang janda dengan dua anak yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. 

Selama tiga tahun terakhir, korban rutin menjalani pengobatan di puskesmas setempat akibat depresi berat.

Sebelum meninggalkan rumah, korban dilaporkan sempat berpamitan kepada ibunya dan mengutarakan niat untuk mengakhiri hidup. 

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas menuju arah Tulungagung. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow