Pesan Penting Rektor Saat Wisuda UIN Malang: Kuasai AI, Jangan Tinggalkan Akhlak

Rektor UIN Malang mengingatkan 800 wisudawan agar menguasai AI sekaligus menjaga akhlak dan integritas untuk menghadapi tantangan dunia kerja.

20 Jun 2026 - 19:10
Pesan Penting Rektor Saat Wisuda UIN Malang: Kuasai AI, Jangan Tinggalkan Akhlak
Prosesi pemindahan tali toga menjadi penanda resmi kelulusan peserta Wisuda Ke-92 UIN Malang. (Foto : Dok. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang for SJP)

MALANG, SJP – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif menjadi perhatian dalam pelaksanaan Wisuda Ke-92 Periode II Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat, para lulusan diingatkan agar tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjaga akhlak dan integritas.

Pesan tersebut disampaikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., saat mengukuhkan 800 wisudawan dan wisudawati dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Gedung Jenderal Besar Soeharto, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

“Ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus ini harus menjadi bekal untuk membangun karier, mengembangkan diri, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Jadilah pribadi yang mampu membanggakan orang tua, masyarakat, dan almamater,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Prof. Ilfi menjelaskan, kebutuhan dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat dinamis. Karena itu, perguruan tinggi dituntut menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang kini digunakan di berbagai bidang pekerjaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UIN Malang terus melakukan penguatan kurikulum melalui pendekatan Outcome Based Education (OBE). Melalui sistem tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali penguasaan disiplin ilmu, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan menyelesaikan persoalan secara efektif.

“Skill AI saat ini menjadi tuntutan dunia kerja. Namun kemampuan teknologi saja tidak cukup. Lulusan juga harus memiliki kecakapan problem solving, berpikir analitis, kritis, dan tetap mengedepankan akhlak mulia sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Ia menilai kemampuan profesional harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Menurutnya, keunggulan lulusan UIN Malang terletak pada perpaduan antara kompetensi akademik dan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas kampus.

“Kompetensi penting, tetapi akhlak dan integritas jauh lebih menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalani kehidupan dan karier. Lulusan UIN Malang harus mampu menunjukkan keduanya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Associate Professor H. Basri, M.A., Ph.D., melaporkan bahwa sebanyak 800 lulusan mengikuti Wisuda Ke-92 Periode II Tahun 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 162 lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 90 lulusan Fakultas Syariah, 14 lulusan Fakultas Humaniora, 63 lulusan Fakultas Psikologi, 81 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi, 161 lulusan Fakultas Ekonomi, 45 lulusan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta 184 lulusan Pascasarjana.

Berdasarkan data akademik, peserta wisuda terdiri atas 328 laki-laki dan 472 perempuan. Suasana haru dan bangga mewarnai prosesi pengukuhan yang turut dihadiri keluarga para lulusan.

Melalui wisuda periode ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai moral, karakter, dan spiritualitas sebagai bekal menghadapi tantangan masa mendatang. (***)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow