Lewat Judul 'Sekoper Penuh Doa', Mahasiswa UIN KHAS Jember Sabet Emas di Festival Internasional
Film ini menuai pujian dari dewan juri berkat narasi yang kuat, visual sinematografi yang ekspresif, serta pesan moral yang sarat makna tentang semangat perjuangan generasi muda.
JEMBER, SJP - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Film pendek berjudul “Sekoper Penuh Doa” berhasil mengantarkan tim mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah, meraih medali emas dalam ajang Festival SEIBA Internasional 2025 yang diselenggarakan oleh UIN Imam Bonjol Padang pada akhir September lalu.
Karya sinematik sineas muda yang digarap oleh Bagus Kurniawan bersama empat rekannya, Muhammad Rifqi Ahzami, Moh. Seif Aghil Maulana, Nabrizul Haq Hidayat, dan Muhammad Avan Difantara, sukses menyingkirkan pesaing dari berbagai negara.
Film ini menuai pujian dari dewan juri berkat narasi yang kuat, visual sinematografi yang ekspresif, serta pesan moral yang sarat makna tentang semangat perjuangan generasi muda.
“Ini hasil kerja keras tim yang kami persembahkan untuk kampus tercinta, UIN KHAS Jember,” kata Bagus Kurniawan, mahasiswa semester 3, saat ditemui Jumat (10/10/2025).
Bagus mengaku, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan keluarga, dosen, dan lingkungan kampus yang selalu memotivasi. Sejak duduk di bangku SMA, ia sudah menaruh minat besar pada dunia perfilman.
“Kesempatan ini menjadi bukti dari proses panjang dan kerja keras yang saya jalani,” tambahnya.
Proses Produksi Penuh Tantangan
Film “Sekoper Penuh Doa” diproduksi hanya dalam waktu sekitar satu minggu. Seluruh prosesnya, mulai dari penulisan naskah, bedah cerita, revisi, hingga pengambilan gambar dan penyuntingan akhir, dilakukan secara intensif. Lokasi syuting berpusat di rooftop Gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember, yang digunakan selama satu hari penuh dari sore hingga dini hari.
Namun, perjalanan produksi tak selalu berjalan mulus. Hujan deras sempat menghambat proses pengambilan gambar, bahkan tim pernah terjebak di dalam gedung karena lift terkunci.
“Justru tantangan itu membuat kami semakin solid,” kenang Bagus.
Dukungan Kampus dan Pesan Inspiratif
Keberhasilan ini mendapat sambutan positif dari pihak fakultas dan universitas.
Dukungan yang konsisten dari civitas akademika menjadi dorongan utama bagi Bagus dan tim untuk terus berkarya.
“Prestasi ini saya persembahkan untuk orang tua, dosen, dan almamater tercinta. Semoga menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan,” ungkapnya.
Bagus juga menegaskan bahwa film bukan sekadar hiburan, melainkan media dakwah kreatif yang mampu menyampaikan pesan moral dengan cara yang menyentuh dan mudah diterima masyarakat.
Ia bertekad untuk terus mengasah kemampuan sinematografi dan berpartisipasi dalam kompetisi film nasional maupun internasional berikutnya.
Selain itu, ia turut memberikan pesan kepada mahasiswa lain agar berani mengeksplorasi potensi diri.
“Jangan takut untuk mencoba dan menunjukkan kemampuan. Setiap proses adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh,” ujarnya menutup pernyataan.
Keberhasilan “Sekoper Penuh Doa” menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN KHAS Jember mampu bersaing di tingkat global dengan karya yang inspiratif, kreatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Melalui film ini, Bagus dan tim menunjukkan bahwa dakwah modern dapat disampaikan dengan cara yang menyentuh, estetis, dan bermakna. (***)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

