Lari dari Kejaran Polisi Saudi, Jemaah Haji Ilegal Asal Madura Tewas di Gurun

Jemaah haji ilegal adalah mereka yang memasuki Makkah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa mengantongi visa haji dan tidak mendaftar di aplikasi nusuk. 

02 Jun 2025 - 13:37
Lari dari Kejaran Polisi Saudi, Jemaah Haji Ilegal Asal Madura Tewas di Gurun
Ilustrasi gurun pasir. (Foto: Freepik)

SUARAJATIMPOST.COM—Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berusaha melaksanakan ibadah haji secara ilegal ditemukan tewas di gurun pasir Arab Saudi. Jenazahnya ditemukan di tengah upaya gencar pemerintah Saudi membendung para jemaah haji ilegal memasuki kota suci Makkah.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Judha Nugraha mengatakan, WNI berinisial SM itu ditemukan meninggal dunia karena dehidrasi di tengah gurun wilayah Jumum, Makkah, pada Selasa (27/5/2025) lalu.

SM ditemukan bersama dua WNI lainnya. Yakni J dan S. Keduanya berhasil selamat, namun harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Sebelumnya, almarhum bersama 10 rekannya terkena razia dan diarahkan menuju Jeddah. Namun almarhum bersama dua rekan WNI memaksakan diri masuk kembali ke Makkah melalui gurun dengan menggunakan taksi," kata Judha, Ahad (1/6/2025). 

"Karena melihat patroli polisi, sopir taksi memaksa mereka turun di tengah gurun," lanjut dia.

Jemaah haji ilegal adalah mereka yang memasuki Makkah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa mengantongi visa haji dan tidak mendaftar di aplikasi nusuk. 

Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Yusron B. Ambary mengatakan, SM yang berasal dari Madura berusaha masuk ke Makkah dengan visa ziarah multiple. KJRI juga telah menghubungi keluarga SM di Madura untuk proses pemakaman.

Dikutip dari Antara, Yusron mengatakan, SM ditemukan oleh pesawat drone polisi Arab Saudi yang tengah melakukan patroli. Ketika ditemukan, SM telah meninggal dunia. Diduga kuat dia meninggal karena dehidrasi atau kekurangan cairan.

Diketahui, Pemerintah Saudi memang sedang gencar melakukan patroli terhadap jemaah haji ilegal. Bahkan Direktur Keamanan Publik Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji, Letnan Jenderal Mohammed Al-Bassami mengaku telah mengusir lebih dari 205.000 jemaah haji ilegal dari Makkah.

Pihaknya juga telah mencegah lebih dari 269.000 orang tanpa izin haji untuk memasuki Makkah. Kemudian sebanyak 110.000 kendaraan juga diperintahkan putar balik karena mengangkut jemaah tanpa izin, 5.000 kendaraan di antaranya disita.

“Petugas Keamanan Publik telah menangkap 1.239 orang yang mencoba mengangkut jemaah haji ilegal dan menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 75.000 pelanggar peraturan haji. Tim keamanan juga berhasil membongkar lebih dari 415 kantor haji palsu,” kata dia.

Bassami mengatakan, hingga saat ini sudah ada 1,47 juta jemaah haji dari luar negeri di kota Makkah. Indonesia sendiri mendapatkan jatah kuota haji sebanyak 221.000 jemaah pada tahun ini.

Judha mengatakan, Pemerintah Indonesia terus mengingatkan WNI agar mengikuti peraturan haji yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. 

"Kemlu kembali mengimbau para WNI yang ingin menunaikan ibadah haji agar mengikuti peraturan yang berlaku, memastikan memiliki visa haji yang valid dan telah mendaftar di aplikasi nusuk. Jangan memaksakan diri menunaikan ibadah haji dengan cara ilegal," kata Judha. (**)

Sumber: CNA

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow