Lapas Blitar Gagalkan Penyelundupan 950 Butir Pil Metadon Melalui Modus Lemparan

Paket mencurigakan tersebut ditemukan saat petugas melakukan pergantian regu jaga sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi penemuan berada di area belakang Blok C2, yang berbatasan langsung dengan jalan raya di luar tembok Lapas.

29 Apr 2026 - 11:30
Lapas Blitar Gagalkan Penyelundupan 950 Butir Pil Metadon Melalui Modus Lemparan
Kalapas Kelas IIB Blitar Iswandi bersama petugas saat membuka paket berisi pil yang dilempar dari luar. (Foto : Istimewa)

BLITAR, SJP — Percobaan penyelundupan barang terlarang kembali terungkap di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar. Petugas menyita sebuah paket berisi ratusan pil yang diduga narkotika pada Selasa (28/4/2026) pagi.

Paket mencurigakan tersebut ditemukan saat petugas melakukan pergantian regu jaga sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi penemuan berada di area belakang Blok C2, yang berbatasan langsung dengan jalan raya di luar tembok Lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Iswandi, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan penghitungan, paket tersebut berisi total 950 butir pil jenis metadon. Selain itu, terdapat beberapa butir dalam kondisi hancur yang diduga akibat benturan saat paket dilemparkan ke dalam area Lapas.

"Sebagian pil rusak kemungkinan karena terbentur saat dilempar. Total yang utuh ada 950 butir," ungkapnya, Rabu (29/4/2026).

Dari hasil pengamatan awal, kuat dugaan paket tersebut sengaja dilemparkan oleh pihak luar dengan sasaran area blok hunian warga binaan. Modus lemparan ini kembali digunakan karena dianggap mampu menghindari pemeriksaan ketat di pintu masuk Lapas.

Pihak Lapas langsung mengamankan barang bukti, mendokumentasikan temuan, dan berkoordinasi dengan Polres Blitar Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Laporan juga telah disampaikan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

"Kami segera laporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti," terang Iswandi.

Kasus ini menambah deretan upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, pada Maret 2026, petugas berhasil menggagalkan dua percobaan penyelundupan dalam waktu berdekatan, masing-masing melalui barang bawaan pengunjung dan modus lempar paket dari luar.

Menyikapi kejadian berulang tersebut, pihak Lapas meningkatkan pengawasan, khususnya di area rawan yang berbatasan langsung dengan akses publik. Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi masuknya barang terlarang ke dalam lingkungan Lapas. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow