Enam Laga Tanpa Kemenangan, Krisis Mental Hantui Arema Jelang Hadapi Persik

Rentetan enam laga tanpa kemenangan membuat mental pemain Arema FC terguncang. Pelatih Marcos Santos fokus membangkitkan kepercayaan diri jelang laga kontra Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan.

10 Jan 2026 - 14:11
Enam Laga Tanpa Kemenangan, Krisis Mental Hantui Arema Jelang Hadapi Persik
Pemain Arema berjuang keras memetik kemenangan demi kebangkitan Singo Edan. (foto: Arema FC Official)
MALANG, SJP – Rentetan hasil buruk yang dialami Arema FC mulai berdampak serius pada kondisi psikologis para pemain. Enam pertandingan terakhir yang dilalui tanpa kemenangan diyakini memukul mental skuad Singo Edan, menjelang laga krusial menghadapi Persik Kediri pada Pekan 17 Super League 2025–2026, Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Kekalahan terbaru dari Bali United dengan skor tipis 0-1 di kandang lawan menjadi penegas bahwa persoalan Arema bukan semata soal teknis. Pelatih Arema, Marcos Santos, secara terbuka mengakui bahwa faktor mental menjadi salah satu pekerjaan rumah terberat yang harus segera dibenahi.
“Dalam latihan kami mencoba memperbaiki banyak hal, dan salah satunya sangat berkaitan dengan masalah mental pemain,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Menurut Marcos, tekanan akibat hasil negatif beruntun telah memengaruhi ketenangan dan fokus pemain, terutama saat memasuki fase-fase krusial pertandingan. Kondisi itu terlihat jelas pada dua laga terakhir, di mana Arema kesulitan mencetak gol meski mampu menguasai jalannya permainan.
“Tim sebenarnya bisa menguasai bola dan menciptakan peluang. Tapi kami belum bisa mencetak gol. Ini juga soal mental,” tegas pelatih berusia 46 tahun itu.
Absennya mesin gol utama, Dalberto Luan Belo, memang turut memberi dampak. Namun Marcos menilai akar persoalan lebih dalam dari sekadar kehilangan satu pemain. Ketidakmampuan memaksimalkan peluang menunjukkan adanya beban psikologis yang membelenggu pemain saat berada di depan gawang lawan.
“Pemain harus lebih fokus pada hal yang memang harus dilakukan, yaitu mencetak gol,” tambahnya.
Bermain di kandang sendiri sejatinya bisa menjadi momentum kebangkitan. Namun dalam situasi krisis kepercayaan diri, dukungan publik Kanjuruhan juga berpotensi menjadi tekanan tambahan bagi skuad Arema. Laga melawan Persik Kediri pun tak hanya menjadi ujian taktik, tetapi juga ujian mental bagi Singo Edan untuk keluar dari fase sulit yang tengah mereka alami. (**)
Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow