KONI Kota Batu Genjot Regenerasi Atlet Lewat Ekspansi Cabor Strategis
Dengan ekspansi ini, KONI Batu menargetkan ekosistem olahraga yang lebih luas, seleksi atlet yang lebih kompetitif, dan peluang prestasi yang tidak lagi bergantung pada cabor-cabor lama. Kota Batu ingin membuktikan bahwa pembinaan tidak cukup hanya dengan mempertahankan prestasi—tetapi harus berani membuka jalan baru.
KOTA BATU, SJP – KONI Kota Batu mulai merombak strategi pembinaan atlet dengan cara yang lebih agresif dengan memperluas basis olahraga sejak level paling dasar. Bukan sekadar menambah cabang olahraga (cabor) baru, langkah ini diproyeksikan sebagai fondasi regenerasi atlet jangka panjang.
Ketua KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi pada Jumat (14/11/2025) menguraikan, empat cabor yang akan diresmikan tahun depan yak icricket, woodball, kurash, dan hapkido.
Keempatnya dipilih bukan karena telah memenuhi syarat administrasi dan bernaung di bawah induk organisasi resmi seperti PCI, IWbA, serta federasi nasional masing-masing.
"Pembukaan cabor baru adalah jalan paling realistis untuk memperluas ruang pembinaan. Selain menghindarkan daerah dari ketergantungan pada segelintir cabor populer, langkah ini juga membuka peluang munculnya talenta baru dari disiplin yang selama ini belum tersentuh," urainya.
Ia juga menegaskan sengaja membidik cabor yang punya potensi berkembang dan bisa cepat menghasilkan atlet. seperti bela diri seperti kurash dan hapkido jelas punya rekam jejak bagus
KONI Batu mendorong pengurus empat cabor tersebut segera merapikan struktur dan memulai program pembibitan. Targetnya, tahun depan seluruh cabor sudah ikut meramaikan kompetisi tingkat daerah.
"Optimisme itu muncul karena Batu memiliki kultur kuat pada olahraga berbasis ketahanan fisik dan bela diri. Prestasi gulat di Porprov 2025 menjadi bukti paling konkret cabor itu sukses menguasai podium dan mempertahankan gelar juara umum," imbuhnya.
Sentot juga meminta para atlet tidak terpaku pada satu cabor saja. Menurutnya, ada ruang besar untuk lintas-disiplin, terutama pada cabor baru yang karakteristiknya mirip dan memungkinkan adaptasi cepat.
“Ini bagian dari regenerasi atlet dan memperkuat desain besar olahraga daerah,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

