Klingking; Santapan Unik Khas Lebaran Asal Dusun Lopawon, Wonosari Malang
Olahan rebung asap khas Lopawon, memiliki cita rasa unik dan menjadi hidangan khas Lebaran.
MALANG, SJP — Di tengah beragam kuliner tradisional khas Malang, terdapat satu makanan unik yang menjadi kebanggaan masyarakat Lopawon, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, yakni Klingking.
Olahan berbahan dasar rebung atau bambu muda jenis 'petung' ini memiliki cita rasa khas berkat proses pengeringan dan pengasapan yang panjang.
Klingking dibuat dari rebung kering yang telah melalui serangkaian proses. Awalnya, rebung direbus terlebih dahulu sebelum dijemur dan diiris tipis.
Jika cuaca tidak mendukung, proses pengeringan dilakukan dengan cara dipanggang di atas api hingga benar-benar kering.
Proses pemanggangan ini dapat berlangsung selama berhari-hari, bahkan hingga satu pekan, untuk mendapatkan aroma asap yang khas.
"Sebelum dikonsumsi, Klingking harus direndam semalaman agar teksturnya kembali lunak. Keesokan harinya, rebung asap ini direbus hingga mengembang dan dagingnya menjadi lebih tebal," terang Faryani, salah seorang penduduk Lopawon, Ahad (30/3/2025)
Untuk mengurangi aroma sangit dari pengasapan, rebung ini biasanya direbus dua kali sebelum diolah menjadi hidangan utama.
Masyarakat Lopawon biasanya mengolah Klingking menjadi sayur pedas dengan tambahan ayam kampung. Bahan bakunya berasal dari bambu muda yang tumbuh di kebun-kebun warga dan juga sering digunakan sebagai isian lumpia.
Produksi makanan ini bersifat musiman, sehingga warga harus menyimpan stok saat musim hujan untuk memenuhi permintaan pasar.
"Produksi Klingking sangat tergantung musim. Saat hujan, kami harus menyiapkan stok dengan alternatif pengasapan," jelas Faryani.
Klingking tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat setempat, tetapi juga diminati hingga luar kota dan luar negeri.
"Ada perantau asal Lopawon di Hong Kong yang kerap memesan Klingking untuk dikirim ke sana," tambahnya.
Hidangan ini menjadi sajian wajib saat perayaan Lebaran, dengan hampir setiap rumah di Lopawon menyediakannya sebagai santapan khas.
Dari segi harga, rebung segar dijual dengan kisaran Rp 4.000 hingga Rp 10.000 per kilogram, tergantung ketersediaannya di pasaran.
Sementara itu, Klingking yang telah diproses dan dikeringkan bisa dibanderol dengan harga Rp 120.000 per kilogram.
Bagi masyarakat yang ingin mencicipi atau memesan Klingking, bisa langsung mengunjungi rumah Ibu Faryani yang dikenal sebagai salah satu produsen utama di daerah tersebut. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

