Kisah Perajin Pisau di Blitar saat Iduladha, Pesanan Tak Seramai Dulu, Lebih Banyak Melayani Servis
Rama Abhitah Siswinarto Putra (25) perajin pisau di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim) mengaku jumlah pesanan pisau pemotongan hewan kurban tidak seramai dulu, dan ia lebih banyak melayani servis pisau.
KOTA BLITAR, SJP - Momen Hari Raya Iduladha tahun ini tidak hanya membawa berkah bagi pedagang hewan kurban, melainkan juga bagi perajin pisau sembelih dan pisau untuk memotong daging.
Kondisi ini dirasakan oleh Rama Abhitah Siswinarto Putra (25) seorang perajin pisau di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Pada momen Hari Raya Iduladha tahun 2025, jumlah pesanan pisau baru di tempatnya juga ramai, namun tidak seramai pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, ia lebih banyak melayani permintaan servis pisau atau jasa servis pisau yang akan digunakan untuk menyembelih maupun memotong hewan kurban.
"Saat sebelum Covid-19, pesanan pisau selalu ramai di momen Iduladha. Tapi sekarang kondisinya berbeda, memang mengalami peningkatan, tapi tidak seramai dan sebanyak dulu," ucapnya, saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/6/2025).
Rama mengaku pada momen Hari Raya Iduladha 2025, ia sudah melayani servis pisau sekitar 100 unit untuk pemotongan hewan kurban. Pelanggan yang melakukan servis pisau ini, sebelumnya telah memberi pisau di tempat Rama.
Sementara itu, untuk pesanan pisau baru untuk menyembelih hewan kurban dan memotong daging, sampai saat ini Rama sudah membuat sebanyak 50 unit.
Rama menjual pisau sembelih dengan harga Rp350.000 - Rp1 juta ke atas per unitnya, dengan ukuran panjang nilai pisau mulai 30 cm sampai 50 cm. Untuk pisau potong daging yang menjadi primadona pelanggannya, dijual dengan harga Rp135.000 per unit.
"Ini hitungan kasar ya, untuk servis pisau khusus sembelih sudah mencapai 100 unit an, tapi kalau yang pisau kecil-kecil sudah banyak ya. Sejauh ini untuk penjualan pisau sembelih baru sekitar 50 unit," kata dia.
Rama juga menceritakan usaha kerajinan pisau ini diberi nama Nisoku dan dirintis oleh orang tuanya sejak tahun 1999 silam. Awalnya, usaha ini fokus membuat pisau militer. Namun, karena ada permintaan dan persaingan pasar, akhirnya mulai merambah membuat jenis pisau lain. Seperti, pisau sembelih, pisau potong daging, pisau dapur, dan pisau pertanian.
Proses pembuatan pisau di tempat Rama juga sudah modern, yakni menggunakan teknologi tepat guna. Rama menyebut ada beberapa alat yang digunakan seperti mesin gerinda hingga mesin tempa. Dalam satu hari, ia mampu membuat atau memproduksi pisau sebanyak 50 unit.
"Penjualan pisau sembelih sudah hampir ke seluruh Indonesia dan pernah dapat pesanan dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Kalau pisau pertanian pemasaran masih lokal di Jawa Timur," ceritanya.
Setiap harinya dalam memproduksi pisau, Rama dibantu dengan lima orang karyawannya. Sebelum pesanan pisau dikirim ke pelanggannya, Rama melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kualitas tetap terjaga. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

