Ketua GAPEMBI Malang Raya : Kritik Program MBG Harus Bersifat Membangun
GAPEMBI Malang Raya menekankan kritik membangun, disiplin anggaran, serta pengelolaan limbah dapur demi keberhasilan program Makan Bergizi Gratis nasional.
MALANG, SJP — Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Malang Raya, Djoni Sudjatmiko menegaskan pentingnya kritik yang bersifat membangun dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal itu disampaikan usai pelatihan dan rapat kerja anggota GAPEMBI Malang Raya di Ocean Garden Resto, Selasa (12/5/2026).
Menurut Djoni, program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menggerakkan perekonomian UMKM. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak ikut menyukseskan program tersebut.
“Program ini bagus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama menyambut Indonesia Emas 2045. Selain itu juga bagus untuk perekonomian UMKM, maka mari kita sukseskan bersama-sama,” tegasnya, Selasa (12/5/2026).
Ia juga meminta masyarakat agar memberikan masukan yang membangun terhadap pelaksanaan program MBG, bukan memperdebatkan keberadaan program itu sendiri.
“Kritik dan saran dari masyarakat itu kritik membangun, bukan mempermasalahkan programnya. MBG ini adalah janji kampanye Presiden Prabowo yang harus dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah penyempurnaan teknis pelaksanaan agar program berjalan semakin baik dan tepat sasaran.
“Jangan mempermasalahkan programnya, tetapi kritik bagaimana supaya program ini lebih bagus. Itu yang penting,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, GAPEMBI Malang Raya juga memberikan penguatan kepada para mitra penyedia layanan SPPG terkait tata kelola keuangan, pengawasan limbah dapur, hingga kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan BGN.
Djoni yang memiliki latar belakang sebagai akuntan dan pemeriksa mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara disiplin karena menggunakan sistem cash basis. Ia menegaskan, anggaran dapur SPPG tidak boleh mengalami defisit agar tidak menjadi temuan pemeriksaan.
Selain itu, GAPEMBI juga menaruh perhatian terhadap pengelolaan limbah catering dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Menurut Djoni, limbah minyak dan bau menjadi perhatian utama yang diawasi dalam proses sertifikasi maupun pengawasan dapur SPPG. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

