Kasus Doksing Tiktoker Lumajang Jadi Perhatian Setelah Dapat Teror Paket COD Fiktif

Tiktoker Lumajang, Agus Harianto, jadi korban doksing dan teror paket COD fiktif senilai lebih dari Rp 20 juta. Kasus ini sedang diselidiki Polres Lumajang.

15 Jul 2025 - 21:03
Kasus Doksing Tiktoker Lumajang Jadi Perhatian Setelah Dapat Teror Paket COD Fiktif
Tiktoker asal Lumajang, Agus Harianto diteror kiriman COD senilai Rp 20 juta akibat doksing.(Istimewa)

SUARAJATIMPOST.COM - Agus Harianto, pembuat konten yang dikenal lewat akun TikTok Mulut Netizen, menjadi korban penyalahgunaan data pribadi atau doksing. Selama sepekan terakhir, ia menerima kiriman barang belanja daring dengan sistem bayar di tempat (COD) yang tidak pernah ia pesan, dengan total nilai melebihi Rp 20 juta.

Warga Desa Pataunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini mengatakan bahwa teror dimulai awal Juni 2025, saat ia mendapatkan kiriman makanan.

Awalnya, Agus mengira hal itu adalah kesalahan pengiriman. Namun, beberapa hari kemudian, ia menerima perangkat elektronik seperti komputer, televisi, dan bahkan dua unit PlayStation yang juga bukan pesanannya.

Puncaknya terjadi pada 12 Juni 2025, ketika tiga kasur, beberapa unit laptop, ponsel, dan akuarium dikirim ke rumahnya secara bersamaan.

"Saya tidak pernah merasa memesan apa pun. Semua datang tiba-tiba, dan saya harus menjelaskan ke kurir satu per satu kalau itu bukan pesanan saya,” ujar Agus pada Selasa (15/7/2025).

Agus menduga kuat bahwa data pribadinya telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Nama lengkap, alamat, dan nomor kontaknya tercantum jelas di semua paket. Ia juga merasa kejadian ini berkaitan dengan konten TikTok-nya yang banyak menyoroti persoalan sosial dan kebijakan pemerintah.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang. Kepala Satreskrim, AKP Pras Ardinata, membenarkan bahwa penyidik sedang menyelidiki kemungkinan peretasan dan pemesanan fiktif yang menimpa Agus.

“Masih dalam pendalaman. Kami juga akan berkoordinasi dengan platform e-commerce yang digunakan dalam pemesanan barang,” jelas Pras.

Ia juga menambahkan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan dilibatkan untuk menelusuri kemungkinan kebocoran data pribadi serta mengidentifikasi jejak digital pelaku.

Agus berharap aparat penegak hukum segera menemukan pelakunya. Ia mengaku sangat khawatir terhadap keamanan dirinya dan keluarganya karena pola teror yang dialaminya makin hari semakin serius dan terencana.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap perlindungan data pribadi di dunia digital. Kebocoran informasi pribadi dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan teror secara daring yang merugikan secara psikologis maupun materiil.(**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow