Kampoeng Oase Songo Siap Kelola Potensi dan Program Eduwisata Secara Mandiri.

Mahasiswa Magang MSIB Batch 5 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya sudah miliki basic ilmu pariwisata, ilmu digitalisasi, media, dan konten kreatif karena selama 6 bulan masa magang, mereka kelola sosial media Kampung Oase Songo

10 Dec 2023 - 06:45
Kampoeng Oase Songo Siap Kelola Potensi dan Program Eduwisata Secara Mandiri.
Mahasiswa magang MSIB Batch 5 saat memberikan materi kepada calon PIC Kampoeng Oase Songo mengenai pengelolaan akun sosial media (Ryan/SJP)

Surabaya, SJP - Menjelang akhir masa bakti dari Mahasiswa Magang MSIB Batch 5 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, mereka mengadakan Workshop tour guide dan konten sosial media kepada warga Kampoeng Oase Songo, Surabaya.

Kegiatan pelatihan tersebut ditujukan agar Kampung Oase Songo kedepannya bisa mandiri untuk mengelola dan menjalankan program Eduwisata melalui Person in Charge (PIC) yang terdiri dari beberapa warga kampung itu sendiri.

Adi Candra selaku Koordinator Mentor Marketing & Promotion Eduwisata Pertanian Perkotaan MSIB Batch 5 DKPP Surabaya menjelaskan bahwa giat hari ini ditekankan untuk pembekalan ilmu kepada warga.

"Jadi para mahasiswa ini sudah memiliki basic ilmu pariwisata, ilmu digitalisasi, media, dan konten kreatif. Selama 6 bulan masa magang, merekalah yang mengelola sosial media Kampung Oase Songo," jelas Adi, Sabtu (09/12/2023).

"Di akhir masa bakti hingga akhir Desember nanti, mereka akan melakukan transfer knowledge (ilmu) kepada warga agar kedepannya bisa mengelola program dan mengembangkan potensi kampung secara mandiri," tambahnya.

Adi mengungkapkan bahwa jumlah PIC memang tidak banyak, yakni 6 orang yang terbagi menjadi 2 orang Tour guide dan 4 orang untuk pengelola sosial media, hal itu ditujukan agar bisa lebih fokus dan tertata.

Mohammad Farrel Alvaricky, salah satu mahasiswa yang menjadi Koordinator Posisi Marketing dan Promosi magang MSIB DKPP Surabaya, menjelaskan bahwa pemasaran menjadi bagian yang sangat penting untuk mengenalkan potensi dari Kampoeng Oase Songo.

"Dengan berbagai potensi yang ada mulai dari paket eduwisata pertanian perkotaan, produk kuliner hingga olahan lain akan sayang jika tidak bisa dipasarkan. Jadi dalam giat ini kita melatih bagaimana cara branding diri ke masyarakat," ucap Farrel.

Adapun, Ahmad Reno Fadillah yang juga merupakan mahasiswa magang MSIB dan biasa menjadi videografer dalam program tersebut membeberkan bahwa ada beberapa materi yang diberikan kepada calon PIC Kampoeng Oase Songo.

"Jadi kita akan beri materi mulai dari cara menjadi Tour Guide (pemandu wisata), pengambilan foto produk dengan nilai estetika visual, penggunaan aplikasi editing foto dan video, hingga pengelolaan akun sosial media," terang Reno kepada Suarajatimpost.com.

Meski ada kendala untuk mengajarkan beberapa materi mengenai penggunaan teknologi yang terbilang baru, para mahasiswa sudah memiliki solusi dengan pengadaan arahan dan pemantauan secara kontinu agar hasil pelatihan ini bisa maksimal.

Sementara itu, Ketua Kampung Wisata Edukasi Oase Songo Yaning Mustikaningrum ungkapkan bahwa warga Kampung Oase Songo sangat antusias mengikuti workshop tersebut.

"Saya bersama warga tentu berharap setelah adanya pelatihan ini Kampoeng Oase Songo bisa lebih maju, brandingnya oke, marketingnya oke, SDM nya tambah pintar, kemudian kampung kami lebih berdaya." pungkasnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow