JSEF 2023 Target Transaksi Rp 25 Miliar Per Hari

Kegiatan itu dikemas dalam pameran dagang produk UKM/UMKM serentak di 16 Kabupaten/Kota pada 20-22 Oktober 2023 dengan jumlah peserta 3000 stand dengan target Rp 25 miliar transaksi per hari dari 9,87 juta pelaku usaha aneka produk dagang UMKM yang sudah tercatat di Jatim

24 Sep 2023 - 01:30
JSEF 2023 Target Transaksi Rp 25 Miliar Per Hari
Produk UMKM kain olahan bermotif batik bordir saat dipamerkan.(Foto:Jefri Yulianto/SJP)
JSEF 2023 Target Transaksi Rp 25 Miliar Per Hari

Surabaya, SJP - Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) 2023 meriahkan dan sambut Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Timur ke-78.

Kegiatan itu dikemas dalam pameran dagang produk UKM/UMKM serentak di 16 Kabupaten/Kota pada 20-22 Oktober 2023 dengan jumlah peserta 3.000 stand dengan target Rp 25 miliar transaksi per hari dari 9,87 juta pelaku usaha aneka produk dagang UMKM yang sudah tercatat di Jatim.

Hal itu diungkapkan penanggung jawab sekaligus inisiator kegiatan JSEF 2023. Heru Satriyo optimis lantaran telah melihat dan melakukan pameran sebelumnya yang menembus angka transaksi Rp 1,4 miliar per harinya, dengan diikuti aneka produk mulai fashion, kuliner makanan dan minuman hingga produk handmade assesoris buatan tangan.

"Saat itu, kami selaku inisiator yang juga pelaku usaha pernah mencatat untuk transaksional tembus di angka Rp1,4 miliar pada pameran UMKM di Cito Mall Surabaya selama 3 hari itu by data yang kami miliki," ujarnya.

Artinya, sebut Heru, pada kesempatan mendatang di JSEF 2023 akan lebih dapat meningkat bisa tembus Rp 25 miliar per harinya.

Untuk itu, panitia akan melakukan running event pendukung lain seperti lomba mewarnai, fashion kompetisi, festival musik SMA/SMK untuk dongkrak volume pengunjung.

Saat ini, kata Heru sudah tercatat yang mendaftar sekira 2.400 aneka stand produk UMKM yang diwakili masing-masing pelaku usaha sampai 4-5 stand untuk pemenuhan target pameran.

Tak hanya itu, Heru juga menambahkan setiap harinya OPD diminta untuk mengirimkan melalui nota dinas perwakilan OPD Kabupaten/Kota di even JSEF 2023.

"Kami sudah meminta kepada ibu Gubernur Jatim melalui Sekdaprov Jatim dan pak Bupati untuk mengeluarkan nota dinas perwakilan OPD dari Kabupaten/Kota yang terlibat bisa datang ke area lokasi pameran JSEF 2023," tambahnya.

Yang menarik, lanjut Heru bagi para pelaku usaha juga akan punya wadah besar bagi pelaku usaha UKM/UMKM yaitu, Gubuk UMKM Bersatu Jawa Timur atau disingkat GUB Jatim.

Heru mengulas tujuan dan isi dari adanya wadah Gub Jatim bisa berkesinambungan, menjadi rumah besar bagi pelaku usaha UKM/UMKM bagian program utama.

Diantaranya, JSEF 2023 akan fasilitasi bagi para pelaku usaha mendapat upaya pendampingan maksimal dalam pengurusan PIRT, Sertifikasi Merk Halal, termasuk juga pengurusan BPOM.

"Harapan kami, Gub Jatim berafiliasi menjadi rumah besar pemasaran (Biggest House of Marketing). Jadi bukan hanya membuka ruang pasar dalam negeri dan lintas propinsi, GUB Jatim juga akan melakukan penetrasi maksimal dalam dan pasar eksport ke luar negeri," optimis Heru yang juga Korwil Jatim Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI).

Sedangkan untuk menyikapi peluang transaksi dagang pasar Internasional, Heru mengaku sudah diminta oleh pihak Australia Trade Fair dna China Trade Fair bicara produk katalog lewat hasil kurasi produk untuk diikutkan pameran bersama termasuk platform digital marketing Gub Jatim akan jadi pendukung.

Sementara, pembina asosiasi UMKM Bersatu Jatim, Kunjung Wahyudi menambahkan ada klasifikasi bentuk pameran UMKM umum, UMKM SMA/SMK dan UMKM disabilitas dengn produk olahan daur ulang plastik atau handycraft.

"Semua yang ikut pameran akan diwadahi masuk melalui program berkelanjutan dalam Gub Jatim. Termasuk pembinaan kepada generasi muda bahkan akan jemput bola masuk ke sekolah - sekolah mulai untuk kemasan (packaging) hingga pemasaran produk maksimal," terangnya.

Untuk kegiatan pelaksanaan di 16 kabupaten/kota yang telah menyatakan siap untuk meramaikan ajang pameran, yakni Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jember, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Batu-Malang, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. (**)

Editor : Noordin

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow