Jembatan Koncer Rusak, Dinas BSBK Bondowoso Lakukan Perbaikan dan Pasang Portal

Pemkab Bondowoso akan mengasesmen kondisi Jembatan Koncer dan membatasi kendaraan berat dengan pemasangan portal. Langkah ini diambil setelah muncul lubang yang membahayakan pengguna jalan di jalur alternatif Sentong.

07 Jul 2026 - 16:33
Jembatan Koncer Rusak, Dinas BSBK Bondowoso Lakukan Perbaikan dan Pasang Portal
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i bersama Kepala Dinas BSBK dan Kasatlantas Polres Bondowoso saat meninjau perbaikan lubang di badan Jembatan Koncer (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso segera melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi Jembatan Koncer di perbatasan Kelurahan Tamansari dan Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, menyusul kerusakan yang kembali muncul dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Saat ini, lubang di badan jembatan penghubung dua desa yang menjadi jalur alternatif tersebut sudah diperbaiki oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) dengan menambah kekuatan besi dan plat sebagai dasar untuk pengaspalan. Selain itu di sisi selatan, juga dilakukan perbaikan dengan memperbaiki retakan aspal.

Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (7/7/2026), sehari setelah kondisi jembatan menjadi sorotan akibat munculnya lubang pada bagian permukaan sisi timur yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Wakil Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra As'ad ini mengatakan, pemerintah daerah akan mendatangkan konsultan untuk melakukan asesmen teknis guna mengetahui tingkat kekuatan struktur jembatan sebelum menentukan langkah penanganan.

"Kami akan meminta dinas terkait mendatangkan konsultan untuk melihat sejauh mana kemampuan jembatan ini. Apakah masih layak dilalui kendaraan dengan muatan berat atau tidak. Semua itu harus melalui assessment terlebih dahulu," ujarnya.

Menurutnya, hasil asesmen akan menjadi dasar dalam menentukan apakah jembatan cukup diperbaiki atau harus dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh.

"Setelah hasil asesmen keluar, baru akan kami diskusikan langkah berikutnya, apakah cukup diperbaiki atau harus dilakukan perbaikan total," katanya.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan teknis, Pemkab Bondowoso akan memberlakukan pembatasan kendaraan yang melintas dengan memasang portal agar kendaraan bertonase besar tidak lagi menggunakan jembatan tersebut.

"Untuk sementara akan ada pembatasan. Kami akan memasang portal. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan yang biasa melintasi jalur ini. Mohon bersabar dan mematuhi pengaturan lalu lintas demi keselamatan bersama," ujarnya.

Ra As'ad mengakui selama ini kendaraan bertonase besar masih sering melintasi Jembatan Koncer. Karena itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Bondowoso dan dinas terkait untuk melakukan pengawasan sekaligus pemasangan portal.

Ia memastikan kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas. Sementara batas maksimal tonase maupun tinggi kendaraan yang diizinkan baru akan ditetapkan setelah hasil asesmen selesai.

"Untuk roda dua masih bisa melintas. Sedangkan batas maksimal tonase maupun tinggi kendaraan, kami masih menunggu hasil assessment. Jadi saat ini kami belum bisa menentukan," tegasnya.

Sehari sebelumnya, Senin (6/7/2026), kondisi Jembatan Koncer kembali menjadi perhatian setelah bagian permukaan sisi timur berlubang dengan diameter sekitar 30 sentimeter. Lubang tersebut berada di badan jembatan yang menjadi salah satu jalur alternatif utama sejak Jembatan Sentong ditutup karena masih dalam proses pembangunan.

Belum adanya rambu peringatan membuat warga berinisiatif memasang batu dan dahan pohon di sekitar lubang sebagai penanda agar pengendara lebih berhati-hati.

Arif, warga Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, yang hampir setiap hari melintasi jembatan itu mengatakan kerusakan tersebut sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

"Kalau dibiarkan terus dilindas ban kendaraan roda empat, bukan tidak mungkin lubangnya akan semakin besar. Dari atas jembatan saja, aliran Sungai Sampean kelihatan jelas dan membahayakan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa selain sepeda motor, jembatan tersebut setiap hari dilintasi bus pariwisata, truk, hingga kendaraan tronton bermuatan berat sehingga dikhawatirkan dapat memperparah kerusakan.

"Yang lewat bukan cuma sepeda motor, bus pariwisata, tronton dan truk bermuatan berat juga melintas. Jadi sangat riskan kerusakan itu semakin parah jika tidak segera ditangani," katanya.

Kondisi Jembatan Koncer sebenarnya telah lama menjadi perhatian warga akibat retakan dan kerusakan pada lantai jembatan. Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat sejak jembatan tersebut menjadi jalur alternatif utama pascapenutupan Jembatan Sentong, yang menyebabkan volume kendaraan meningkat signifikan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow