Jalan Antar Desa di Tulungagung Putus Akibat Longsor, Warga Harap Ada Penanganan Segera
Longsor menggerus badan jalan dengan lebar 3 meter sepanjang sekitar 30 meter yang menghubungkan Desa Nyawangan dengan Desa Picisan. Material tanah amblas ke jurang sedalam sekitar 20 meter.
TULUNGAGUNG, SJP - Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, menyebabkan jalan penghubung antar desa di kawasan tersebut putus total akibat longsor.
Peristiwa itu terjadi di Desa Nyawangan pada Sabtu (1/11/2025) malam dan mengakibatkan akses transportasi terganggu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, longsor menggerus badan jalan dengan lebar 3 meter sepanjang sekitar 30 meter yang menghubungkan Desa Nyawangan dengan Desa Picisan. Material tanah amblas ke jurang sedalam sekitar 20 meter.
Kondisi tersebut membuat jalur utama antar desa tidak dapat dilalui kendaraan roda empat atau lebih, sementara kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jalur darurat yang berada di samping titik longsor. Jalan darurat tersebut menggunakan lahan milik warga. Saat hujan kondisinya berlumpur dan licin.
Salah satu warga setempat, Miseni, menuturkan bahwa longsor terjadi tiba-tiba saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
“Sekitar jam enam sore itu hujan deras, terus tiba-tiba jalan di depan rumah saya ambles. Nggak ada tanda-tanda sebelumnya,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang biasa digunakan warga untuk menuju desa tetangga.
Akibat jalan yang putus tersebut, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama bagi pengguna mobil dan kendaraan besar yang kini harus memutar jauh lewat jalur lain.
Sementara itu, warga berinisiatif membuat jalan alternatif sementara agar kendaraan roda dua tetap bisa melintas.
Melihat kondisi tanah di sekitar lokasi yang masih labil dan terdapat banyak retakan, warga khawatir longsor susulan bisa kembali terjadi.
“Tanahnya di pinggir jalan kelihatan retak-retak. Kami berharap pemerintah segera turun tangan supaya longsor tidak meluas,” kata Miseni menambahkan.
Warga kini menunggu upaya perbaikan dari pihak terkait agar akses antar desa bisa kembali normal. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

