Jalur Gumitir Ditutup, Organda Probolinggo Sebut Pengiriman Logistik Alami Keterlambatan

Dampak dari penutupan jalur Gumitir telah menyebabkan gangguan dalam sektor logistik dan transportasi umum, termasuk perusahaan Armada Bus dan angkutan umum yang beroperasi di sepanjang jalur Jawa-Bali.

24 Jul 2025 - 14:47
Jalur Gumitir Ditutup, Organda Probolinggo Sebut Pengiriman Logistik Alami Keterlambatan
Dokumentasi Penutupan total Jalur Gumitir mulai Kamis (24/7/2025) hingga 25 September 2025 (Istimewa/SJP)

PROBOLINGGO, SJP—Penutupan total jalur Gumitir mulai Kamis (24/7/2025) hingga 25 September 2025 diprediksi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap arus lalu lintas menuju Banyuwangi. 

Penutupan ini dilakukan karena adanya pekerjaan perbaikan jalan di KM 233.500.

Situasi ini semakin diperparah oleh kemacetan yang masih terjadi di jalur alternatif Pantura Situbondo-Banyuwangi, terutama disebabkan oleh antrean kendaraan berat yang menuju Pelabuhan Ketapang.

Dalam sepekan terakhir, kemacetan di jalur tersebut bahkan mencapai panjang hingga 7 kilometer.

Ketua Organda Probolinggo, Tommy Wahyu Prakoso, mengungkapkan keprihatinannya atas dampak dari penutupan jalur Gumitir saat ini.

"Kami melihat adanya kemacetan yang panjangnya mencapai ratusan meter, karena jalur Gumitir (Jember - Banyuwangi) telah ditutup mulai hari ini hingga tiga bulan ke depan," ujarnya pada Kamis (24/07/2025).

Tommy juga menambahkan bahwa kondisi penyeberangan di jalur Jawa-Bali, khususnya Banyuwangi-Gilimanuk, masih padat dan belum normal.

"Terdapat lonjakan arus kendaraan di penyeberangan, sehingga semua kendaraan, baik pribadi maupun angkutan umum, dialihkan dari jalur selatan ke utara. Hal ini memberikan beban tambahan bagi masyarakat, terutama para pelaku ekonomi," jelasnya.

Dampak dari penutupan jalur Gumitir telah menyebabkan gangguan dalam sektor logistik dan transportasi umum, termasuk perusahaan armada bus dan angkutan umum yang beroperasi di sepanjang jalur Jawa-Bali.

"Banyak anggota kami yang melayani trayek ke Bali, termasuk angkutan barang yang mengirimkan paket logistik, semuanya mengalami keterlambatan. Kami memohon kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kondisi ini," tegasnya.

Irul, seorang sopir bus, menyatakan bahwa dampak dari penutupan jalur Gumitir sangat terasa dengan adanya kemacetan yang memperlambat waktu perjalanan.

"Penyeberangan Jawa-Bali masih belum pulih sepenuhnya, dan dengan penutupan jalur Gumitir, tidak herag kendaraan menumpuk di jalur Pantura menuju Banyuwangi," ungkapnya.

Dia berharap agar penutupan jalur Gumitir dapat ditunda sampai kondisi penyeberangan Jawa-Bali benar-benar kembali normal. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow